Penderitaan TKW Bangladesh yang Kerap Dilecehkan di Saudi


Otoritas Keamanan Bandara Internasional Shahjalal di Dhaka, Bangladesh mengungkapkan, dari tahun ke tahun semakin banyak pekerja migran terutama perempuan yang kembali ke rumahnya dari Arab Saudi. Hal itu disebabkan para perempuan yang ingin mengubah hidup mereka malah mengalami pelecehan dan perilaku tidak manusiawi di sana.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Salah satu TKW Bangaldesh  yang pulang adalah Labony (bukan nama sebenarnya). Ia mengatakan kepada Bangla Tribune tentang cobaan beratnya saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Saudi selama dua tahun terakhir.

“Saya membersihkan sepuluh kamar setiap hari, tetapi mereka tidak memberi saya makanan yang layak," dilansir dari Dhaka Tribune beberapa hari lalu.

"Majikan saya mempekerjakan saya seenaknya dan melarang saya berhenti dari pekerjaan. Kapanpun saya ingin berhenti, majikan saya menyerang saya secara fisik," ujarnya.

Labony meninggalkan Bangladesh menuju Riyadh pada 2016. Dia kemudian dikirim ke Kota Al Kharj, 77 kilometer dari tempat penampungan yang dia tinggali. Dia bekerja di sana selama empat bulan, dengan gaji 1.000 riyal per bulan. Majikannya mencegahnya menghubungi keluarganya.

“Saya membayar seorang perantara bernama Miraj, karena mengirim saya ke Saudi. Dia mengatakan itu adalah tempat yang layak untuk bekerja," ungkap Labony.

“Saya dijual ke majikan setelah saya sampau Saudi. Saya mencoba melarikan diri setelah mengalami pelecehan oleh majikan saya, tetapi saya ditabgkap ketika melarikan diri. Mereka kemudian menangkap saya dan menjual saya ke perusahaan lain," katanya.

Dia juga mengatakan, dia menyaksikan perusahaan itu kerap memaksa migran lain untuk terlibat dalam prostitusi. "Saya memanggil suami saya pada saat ada kesempatan yang saya dapat, dan menceritakan semuanya kepadanya. Saya diselamatkan oleh Kedutaan Bangladesh di Arab Saudi."

Kedutaan juga membantu Labony mendapatkan gaji dari majikan sebelumnya. Bukan hanya Labony, banyak perempuan lain memiliki pengalaman serupa di Saudi. Rata-rata dari mereka semua memiliki kisah pelecehan untuk dibagikan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Para pekerja perempuan mulai menangis begitu mereka tiba di Dhaka. Banyak petugas keamanan membantu para perempuan ini dengan makanan dan uang, dan mengatur mereka untuk pulang," kata salah satu petugas bandara anonim ketika di wawancarai oleh Dhaka Tribune.

"Banyak juga dari mereka yang tubuhnya dipenuhi dengan luka dan lebam," tambahnya.

Sumber:jawapos

No comments

Powered by Blogger.