Perokok, Tanda Orang Ber-IQ Rendah?



     Tidak ada yang tampak aneh dengan orang yang merokok. Anda yang sedang membaca artikel ini mungkin juga seorang perokok. Jika bukan, orang-orang di sekitar Anda; seperti teman, keluarga, atau rekan kerja, adalah perokok.



Temuan dari peneliti berikut ini, mungkin akan mengerutkan kening Anda, terutama jika bibir Anda kerap mengepulkan asap dari tembakau yang dibakar itu. Dikatakan peneliti, bahwa merokok merupakan tanda pelakunya memiliki skor IQ di bawah rata-rata.



Penelitian itu dimuat jurnal Addiction yang dilansir laman PsyBlog 7 November 2018, di situ dijelaskan, skor IQ rata-rata untuk laki-laki muda non-perokok adalah 101, sedangkan skor rata-rata untuk populasi adalah 100.

Namun, nilai IQ perokok menunjukkan 7 poin lebih rendah, yaitu rata-rata 94. Bahkan mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari memiliki skor IQ 90.

Penulis studi tersebut, Profesor Mark Weiser, mengatakan, "Dalam profesi kesehatan, kami umumnya berpikir bahwa perokok kemungkinan besar adalah tipe orang yang dibesarkan di lingkungan yang sulit, atau yang latar belakang pendidikannya kurang baik."

Meski begitu, peneliti menjelaskan bahwa pihaknya mengesampingkan faktor sosial ekonomi responden, karena pesertanya memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang beragam.

Weiser melanjutkan, “Orang-orang yang IQ-nya di bawah rata-rata, cenderung membuat keputusan yang buruk dengan kesehatan mereka," katanya.

Anak-anak sekolah yang telah diketahui memiliki IQ rendah, dapat dianggap berisiko memulai kebiasaan itu. Maka itu, mereka dapat ditargetkan untuk menerima pendidikan atau terapi khusus untuk mencegah kebiasaan merokok.

Demikian pula gizi buruk, kata Weiser, masalah dengan narkotika dan obesitas juga terkait dengan IQ rendah. “Orang dengan IQ rendah tidak hanya rentan terhadap kecanduan seperti merokok. Mereka juga cenderung memiliki masalah obesitas, nutrisi dan narkotika," katanya.

Studi ini diklaim menambah bukti dari penelitian yang terus berkembang. Ini dapat membantu orang tua dan profesional kesehatan mencegah remaja yang berisiko (kecanduan rokok, obat, dan obesitas) untuk membuat pilihan hidup yang lebih baik.


Sumber : viva

No comments

Powered by Blogger.