Pesawat Jamaica Airways Tergelincir Hampir Masuk Tebing, Semua Penumpang Selamat

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sepuluh orang terluka dalam tragedi tergelincirnya pesawat Jamaica Airways menuju Toronto tepat sebelum turunan tajam. Menurut Menteri Transportasi David Patterson, Pesawat Boeing yang membawa total 126 orang itu mengalami masalah hidrolik tak lama setelah tinggal landas dan kembali ke bandara.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pesawat Boeing 757-200 membawa 118 penumpang, termasuk di dalamnya 82 orang Kanada dan delapan awak.

"Luka-luka yang dialami korban tidak mengancam nyawa dan semua yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sampai saat ini, kami juga tidak memiliki laporan adanya warga Kanada yang terluka," kata juru bicara pemerintah Philip Hannan di Ottawa, seperti dilansir dari NDTV, Sabtu, (10/11).

Kepala Petugas Medis Guyana, Shamdeo Persaud, mengatakan lima orang yang terluka telah dirujuk ke rumah sakit lain untuk penyelidikan lebih lanjut, karena mengalami cedera tulang belakang.

Meski tidak ada korban terluka parah atau bahkan korban jiwa, insiden ini cukup membuat suasana dalam pesawat tak terkendali. Beberapa penumpang memperkirakan hal buruk akan terjadi kepada mereka.

"Semua orang panik, histeris, dan menangis," ungkap salah satu penumpang, Invor Bedessee, menggambarkan kekacauan yang terjadi.

Lebih lanjut Bedessee menjelaskan bahwa pesawat berangkat pada pukul 02:10 waktu setempat. Kemudian pilot melaporkan adanya masalah dengan sistem hidrolik 10 menit setelah pesawat lepas landas.

"Sebelumnya, kapten mengumumkan ada beberapa masalah hidrolik dan kami harus kembali ke bandara. Namun, ketika kami mendarat di landasan, roda-roda masih berputar, tidak mengerem. Tidak ada rem hidrolik untuk mengerem roda dan kemudian kami melewati landasan," jelas penumpang yang masih terguncang itu.

"Jika meluncur tiga meter lagi saja, kami akan jatuh di tebing. Itu adalah keajaiban," lanjutnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sementara itu, Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Guyana, Egbert Field, mengatakan sejauh ini pilot itu belum diinterogasi tetapi perekam data penerbangan dan perekam suara telah dihapus dari pesawat yang rusak dan dikirim ke Amerika Serikat untuk analisis.

Maskapai Fly Jamaica menyatakan bahwa 118 penumpang dan delapan anggota awak dalam keadaan aman. Pihak maskapai juga telah menyediakan bantuan lokal, serta merilis informasi lanjut secepatnya.

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.