PMI Pulihkan Komunikasi TKI yang Kehilangan Keluarga di Sulteng

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sebanyak 1.630 pelaporan kehilangan anggota keluarga tercatat oleh tim Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Link/RFL) Palang Merah Indonesia (PMI) akibat bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September lalu.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Koordinator Pendamping RFL Amrin Jamri mengatakan data yang diterima melalui pelaporan langsung dan website. "Ada 192 laporan dapat bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarga, sedangkan 9 laporan telah mendapatkan kejelasan jenazahnya," ujar Amrin di Posko Garuda PMI, Palu, Jumat (9/11).

Proses yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan Satgas Tanggap Darurat Sulawesi Tengah. "Setiap hari kami melakukan koordinasi dan konfirmasi apabila ada informasi dari warga, untuk kami tindaklanjuti melalui data di BPS, posko-posko PMI maupun organisasi lain, serta TNI dan Polisi," imbuhnya.

Salah satu laporan dari Fadil bin Ruslin (26 th), salah seorang pekerja migran di Sabah yang saat ini dideportasi di Nunukan Kalimantan. Fadil sejak 2016, tidak dapat  berkomunikasi dengan keluarganya yang berada Donggala, yakni ibu Mariani Binti Rasid umur 46 tahun yang beralamat Jalan Palu Bangga Dusun III Desa Palu Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Donggola Provinsi Sulawesi Tengah.

Setelah berkoordinasi dengan aparat terkait, mendapatkonfirmasi alamat tersebut ternyata telah berubah seiring dengan pemekaran wilayah yang dulunya tergabung di Kabupaten Donggola sekarang mejadi Kabupaten Sigi. 

"Alhamdulillah, dapat kami hubungkan kembali dengan ibundanya melalui sambungan telepon satelit karena kondisi pelapor yang masih ada proses keimigrasian," jelas Andi Satar, Koordinator Pendamping RFL Sulteng.

Mariani berharap anaknya, Fadil, bisa segera pulang untuk bersama membangun kembali rumahnya yang hancur akibat gempa. "Terimakasih PMI telah membantu saya berkomunikasi langsung dengan Fadil melalui telepon," ujarnya.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Saat ini, masih tercatat 1.356 laporan yang masih dalam proses penanganan oleh berbagai pihak terkait, termasuk peran aktif warga apabila memiliki informasi maupun menemukan orang atau jenazah, dapat menghubungi aparat setempet.

Sumber: suaramerdeka

No comments

Powered by Blogger.