Puluhan TKI di Taiwan Antusias Ikuti Pelatihan Beauty Class

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tak hanya sibuk bekerja merawat pasien di tempat majikan, pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan juga bisa tampil cantik bak foto model.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Untuk menunjang penampilan fisik, para PMI ini dibekali pelatihan kecantikan oleh instruktur kecantikan profesional di Taipei.

Minggu (4/11/2018) pagi, mini hall di salah satu sudut di Kota Taipei terlihat penuh sesak oleh para pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah berlatih merias wajah.

Pelatihan yang digagas oleh Bidang Tenaga Kerja Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, ini disambut antusias puluhan peserta yang kesemuanya adalah wanita.

Mereka datang dari wilayah Kota Taipei, New Taipei City, Keelung, dan sekitarnya. Pelatihan merias wajah ini dipandu oleh dua orang instuktur profesional dari Taipei.

“Dalam pelatihan beauty class kali ini, kami memberikan pelajaran bagaimana merawat dan merias wajah yang benar, tanpa merusak wajah. Kami mengajari mereka tata cara make up yang tidak medok,” tutur Miss Nani, instruktur kecantikan dari brand “Mary Kay” Taiwan dalam rlis KDEI Taipei kepada Tribunjateng.com.

Adapun teknik yang diajarkan kepada para peserta pelatihan meliputi: penggunaan bedak tabur, blush on, maskara, eye liner, bulu mata, serta lipstik.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, terlebih setelah diberikan teori singkat, para instruktur mengajak peserta untuk langsung mempraktikkannya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Wanita sesuai kodratnya suka kecantikan. Melalui pelatihan ini kami diajari bagaimana tampil muda, ceria, dan menarik,” urai Tarnia Tari, salah satu peserta pelatihan.

Wanita asal Ponorogo, Jawa Timur, yang juga Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Taiwan ini menambahkan, pemaparan materi oleh para instruktur dinilai sangat mudah dipahami.

“Buat saya, justru melalui pelatihan semacam ini kami yang bekerja sebagai TKI dapat menimba ilm sebanyak-banyaknya agar nantinya bisa membuka usaha sekembalinya ke Tanah Air,” timpal Uswatun Khasanah.

Pekerja Migran Inonesia asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ini menuturkan, untuk mengasah ketrampilannya, di sela-sela pekerjaanya merawat pasien di Hsinchuang, New Taipei City, pada hari libur dia juga rutin belajar menjahit yang difasilitasi oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Taiwan.

“Kami berterima kasih kepada Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei atas pelatihan ini. Harapannya, nanti ada pelatihan lain misalnya ketrampilan membuat tas, cincin, budidaya atau ternak ikan, dan lainnya,” timpal Dwi Tantri, peserta pelatihan lainnya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Sri Indah Wijayanti, menjelaskan, pelatihan merias wajah memang sepintas hanya dipergunakan untuk estetika pribadi.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Namun, dengan pelatihan ini, kami mengajak para PMI bisa membagikan ilmunya kepada orang lain. Ke depan, kami juga memikirkan bagaimana pelatihan kecantikan bisa bernilai ekonomi yang menghasilkan, sehingga para PMI nantinya di Indonesia bisa membuka salon, dan sebagainya,” tuturnya.

Pihaknya juga berencana, ke depan pelatihan dapat menjangkau wilayah tengah seperti Taichung ataupun selatan seperti Kaohsiung.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.