Rupiah Rp14.795/USD, Berhasil Keluar dari Tekanan Dolar AS



     Terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menjauh dari level Rp15.000 per USD. Rupiah berhasil keluar dari tekanan dolar AS dan terus mengalami penguatan di level Rp14.700an per USD.



Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (7/11/2018) pukul 9:33 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.795 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.732 per USD – Rp14.749 per USD.



Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 10 poin atau 0,07% ke Rp14.800 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.720 per USD – Rp14.800 per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, penguatan mata uang Garuda tersebut salah satunya didorong instrumen baru BI yakni transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Di mana instrumen yang mulai berfungsi sejak 1 November ini mendorong kecukupan likuiditas baik di pasar Rupiah maupun pasar valas untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 11 bank yang melakukan transaksi DNDF dari 30 bank yang menyatakan kesiapannya.

"Pergerakan pasar sangat bagus supply dan demand bergerak. Jadi ini penguatan rupiah itu adalah memang murni mekanisme pasar supply-demand. Maka terima kasih kepada kalangan perbankan pelaku pasar keuangan dan juga pelaku koorporasi yang memang secara aktif bertransaksi di pasar valas," jelas dia.

Adapun transaksi DNDF merupakan transaksi forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang Rupiah di pasar valas domestik. Kurs acuan yang digunakan adalah JISDOR untuk mata uang dolar AS terhadap Rupiah, sedangkan kurs tengah transaksi Bank Indonesia untuk mata uang non-dolar AS terhadap Rupiah.

Instrumen ini dapat dilakukan oleh bank dengan nasabah dan pihak asing untuk lindung nilai atas risiko nilai tukar Rupiah. Dalam transaksi DNDF juga diwajibkan menyertakan underlying transaksi berupa perdagangan barang dan jasa, investasi, dan pemberian kredit bank dalam valuta asing.


Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.