Sejarah Tas Kamera Badrun Jr yang Merambah Pasar Ekspor

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tas kamera buatan Dwi Agus Toni pemuda asal Desa Wot Galih, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon kualitasnya mampu bersaing dengan merek terkenal. Kini, produknya sudah terjual ke seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga mancanegara.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Sudah terjual hampir ke seluruh kota di Indonesia. Pasar paling jauh Hong Kong. Yang beli teman-teman TKI yang kerja di sana, mereka order sendiri," ujarnya, Minggu (25/11/2018).

Dwi menceritakan awal mula pembuatan tas kamera, dari keinginannya memiliki tas kamera bermerek. Namun, karena uangnya tidak cukup, dia berinisiatif membuat tas kamera dengan kualitas yang sama.

"Tas kamera itu harganya Rp7,5 juta, enggak cukup uangnya untuk beli. Karena satu bulan ketika saya kuliah di Bandung diberi uang Rp1,5 juta, akhirnya saya coba bikin sendiri tas kameranya ke tukang jahit," ucapnya.

Dia mengaku pesanannya ketika itu sering di tolak lantaran jumlahnya sedikit. Hingga akhirnya, dia menemukan seorang tukang jahit yang mau mengerjakan pesanan.

"Dari Bandung saya mulai mencoba membuat tas kamera, dari sedikit hingga partai besar. Pesanan mulai banyak berdatangan dari dosen dan teman-teman," katanya.

Awal merintis usaha, Dwi sering mendapatkan kendala. Bahkan, pernah tertipu akibat tidak mengetahui aturan pengiriman melalui jasa ekspedisi. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan keinginannya dalam merintis usahanya.

"Penjualan ketika itu saya pakai Twitter. Pertama ngirim ke Banjarmasin, saya yang ketipu ongkosnya karena kan pengiriman tas dilihat dari volumenya jadi biayanya dari saya semua," katanya.

Pembuatan tas kamera dibandingkan yang lainnya sangat berbeda, dari pemilihan bahan baku hingga proses jahitan. Perbedaan tersebut, karena bebannya bisa lebih dari 2 kg, sedangkan tas umumnya kurang dari itu.

"Lebih sulit, dan harus rapi. Bahan bakunya harus pilihan serta jahitannya harus kuat karena bebannya bisa lebih dari 2 kg," terangnya.

Dwi mengatakan agar tas kamera buatannya dikenal masyarakat. Kemudian diberi merek Badrun Jr, mengadopsi bahasa Arab artinya rembulan yang bersinar. Walaupun terkesan ndeso, diharapkan mereknya bisa terkenal secara nasional dengan kualitas internasional.

Keunggulan tas kamera buatannya terlatak pada modelnya modern dan warnanya yang beragam, kualitasnya kuat serta harganya yang murah. Karena target pasar utamanya yakni mahasiswa dan pelajar. Bahkan beberapa fotografer profesional seperti Arbain Rambey telah memakai tas buatannya.

Setiap tahunnya, Badrun Jr hanya mengeluarkan satu atau model tas. Hingga sudah ada sembilan model tas berbagai ukuran.

"Kami pernah buat tas warna pink untuk hari Valentine tahun 2014, lalu ada warna biru serta lainnya. Sedangkan untuk harga, berkisar dari Rp190.000-Rp380.000 bahkan ada yang Rp500.000 tergantung ukurannya," jelasnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Dwi mengharapkan ke depannya usaha tas kamera bisa semakin maju dan berkembang. Sehingga bisa menambah pekerjanya, karena saat ini hanya ada dua pekerja. Walaupun demikian dalam satu bulan, dia mampu membuat puluhan tas kamera.

Sumber:ayobandung

No comments

Powered by Blogger.