Sembunyikan Bayi di Bagasi Penuh Belatung, Wanita Prancis Diadili



     Seorang wanita di Prancis diadili karena menyembunyikan bayinya di dalam bagasi mobil yang penuh belatung. Wanita itu diduga sengaja menyembunyikan bayi perempuan itu dari keluarganya sendiri, usai melahirkannya secara diam-diam.



Seperti dilansir AFP, Kamis (15/11/2018), wanita bernama Rosa Maria da Cruz (50) ini terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara karena menyembunyikan putrinya hingga dia berusia 2 tahun, yang membuatnya mengalami disabilitas mental yang serius.



Bayi perempuan itu ditemukan tahun 2013 lalu, di dalam sebuah bagasi mobil Peugeot 307 yang kotor dan jorok. Bayi bernama Serena itu juga disekap di dalam sebuah kamar yang tak terpakai di dalam rumah keluarga Cruz di wilayah Correze, Prancis bagian tengah.

Adalah seorang montir yang pertama menemukan bayi perempuan itu di dalam bagasi mobil Cruz, saat dia membawa mobil itu ke bengkel untuk diperbaiki. Si montir membuka bagasi mobil setelah mendengar suara ribut dari dalam. Sesosok bayi ditemukan duduk di atas kursi mobil untuk bayi (car seat) dalam keadaan telanjang, kotor dan dehidrasi. Bayi perempuan itu dikeliling belatung dan tinja. 

Persidangan kasus ini mulai digelar awal pekan ini. Dalam sidang, keluarga dan kerabat Cruz mengungkapkan bahwa mereka tak menyadari jika Cruz menyembunyikan bayinya. Cruz yang memiliki tiga anak lainnya ini dianggap oleh kerabatnya sebagai sosok ibu yang patut menjadi contoh. 

Suami Cruz, Domingos Sampaio Alves, menyatakan dirinya tak tahu-menahu jika Cruz melahirkan seorang anak lainnya dan merahasiakan itu darinya. Kepada polisi, Alves mengaku hanya sebulan sekali mendatangi ruangan kecil di lantai dasar di rumahnya, yang menjadi lokasi Cruz menyembunyikan bayinya. Alves juga menyebut dirinya tidak pernah menggunakan mobil karena tidak punya surat izin mengemudi.

"Saya tidak tahu mengapa dia melakukan ini," ucap Alves dalam persidangan. Pria yang kini menjadi pengangguran ini awalnya ikut didakwa, namun kemudian penyidik menyimpulkan tidak ada alasan untuk meragukan keterangan Alves.

Setelah kasus ini terungkap, bayi perempuan yang diberi nama Serena itu diasuh oleh orangtua angkat. Tiga anak Cruz lainnya, yang berusia 9 tahun, 14 tahun dan 15 tahun, tidak diizinkan oleh otoritas setempat untuk bertemu Serena yang kini berusia 7 tahun.

Serena kini mengalami disabilitas mental parah, termasuk autisme yang tak bisa disembuhkan. Seorang dokter anak yang memeriksa Serena dan tiga anak Cruz lainnya menyatakan timnya sempat 'tertegun' saat menyadari perbedaan drastis antara Serena dengan kakak-kakaknya, yang disebutnya 'dibesarkan secara sempurna'.

"Anda bisa melihat bahwa dia (Cruz-red) seorang ibu yang baik dan kami tidak bisa memahami mengapa Serena tidak menerima pengasuhan dengan kualitas yang sama di rumah," sebut dokter yang tidak disebut namanya itu.

Dalam persidangan juga diungkapkan bahwa Cruz awalnya sempat menyembunyikan kehamilan dua anaknya dari suaminya, karena tidak ingin menghadapi kenyataan. Dalam testimoni persidangan, Cruz menahan tangis sambil menyatakan: "Sungguh sulit menghadapi kenyataan, dengan kerusakan yang telah saya timbulkan."


Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.