Taiwan Gelar Voting Hapus Nama China dari Tim Olimpiade 2020

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pada 24 November, selain melangsungkan pemilihan setempat, rakyat Taiwan juga bakal menggelar sebuah referendum. SCMP memberitakan Minggu (11/11/2018), Taiwan bakal melangsungkan voting untuk menghapus nama China dari tim Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Jika mayoritas rakyat mendukung, maka di Olimpiade Tokyo tersebut, mereka bakal menggunakan nama Taiwan alih-alih China Taipei.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Rencana referendum itu dikecam pemerintah China sebagai upaya Taiwan untuk mendeklarasikan kemerdekaan dan mengubah status quo kawasan selat. China daratan masih menganggap Taiwan sebagai wilayah yang memisahkan diri sejak perang sipil yang berkecamuk pada 1949 silam. Beijing berhasil meyakinkan PBB untuk mengakui mereka pada 1971. 

Sejak saat itu, gelar Republik China yang dipakai Taiwan di acara resmi diperdebatkan. Pemerintah China juga meyakinkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menggunakan titel China Taipei pasca-kesepakatan Lausanne pada 1981. Juru bicara Kampanye Tim Taiwan Yoshi Liu menuturkan, pihaknya melihat IOC telah memberi perlakuan tak adil terkait penggunaan nama China Taipei dibanding Taiwan. 

"Kami ingin mengubah model IOC itu yang telah melarang kami menggunakan nama Taiwan di berbagai perhelatan olahraga internasional sejak lama," tuturnya. Liu menjelaskan, mereka menggunakan nama Taiwan Olimpiade Melbourne 1956, Olimpiade Roma 1960, Olimpiade Tokyo 1964, dan Olimpiade Mexico City 1968. Melalui referendum, Liu berujar mereka ingin para pemilih bisa memutuskan apakah mereka bakal mengganti atau menerima sebutan China Taipei yang mereka anggap memalukan. 

"Kami ingin mengubah nama kami kembali menjadi Taiwan," tegasnya. Kampanye referendum tersebut sudah digagas sejak Januari. Kampanye untuk mengubah nama Taiwan itu telah memperoleh 430.000 dukungan dari target 281.745 dalam petisi yang ditandatangani. Liu berkata usul referendum itu mendapat dukungan Chi Cheng, atlet perempuan pertama yang meraih medali bagi Taiwan saat memperoleh perunggu di Olimpiade 1968. 

Dia melanjutkan, selama tiga dekade demokratisasi, rakyat Taiwan mulai belajar untuk menerima gelar resmi mereka alih-alih China Taipei. Salah satu pendukung kemerdekaan George Chang Tsang-hung menyatakan dia optimis referendum tersebut bisa dilaksanakan. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Dengan begitu banyaknya yang mendukung petisi, saya yakin momen itu bakal terjadi," jelas mantan Wali Kota Tainan itu. Beijing merespon dengan mengancam Taipei bakal "menelan pil pahit" karena mengorbankan kans atlitnya berlaga jika nekat menggelar referendum. Sementara IOC dilaporkan sejak Mei telah menegaskan tak bakal menerima penggantian nama, dan telah memberitahukannya kepada Taiwan.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.