Tergiur Dengan Gaji Besar, Penyeludupan 24 TKI Ilegal Digagalkan Dirpoairud Polda Kepri

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polisi Daerah (Polda) Kepri kembali menggagalkan penyelundupan TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia. Demikian disampaikan Dirpolairud Kombes Pol Benyamin Sapta dalam ekspos yang digelar di Pendopo Polda Kepri, Senin (19/11/2018) sore.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Pengungkapan ini dilakukan pada Rabu (14/11/2018) lalu, berawal dari informasi masyarakat. Kita berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan TKI ilegal sekitar pukul 23.00 WIB malam," katanya yang dihadiri Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga.

Menurutnya saat melakukan penangkapan, posisi sepeadboat yang mengakut para TKI Ilegal itu sudah akan berangkat menuju Malaysia.

"Jadi pada saat melakukan penangkapan, posisi speedboat pengangkut ini sudah mau jalan," ucapnya

Melalui anggota dari Kapal Baladewa milik Polairud, sambung Benyamin, penyeludupan berhasil digagalakan dengan mengamankan dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Inisial Y sebagai tekong speed boat, dan inisial OA adalah ABK. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya

Disebutkannya, sebanyak 24 TKI ilegal yang rencanannya akan bekerja di Malaysia. Dari 24 orang tersebut, terdapat 2 orang perempuan. TKI Ilegal ini pun berasal dari daerah Lombok.

"Jadi TKI ilegal ini dimintai uang mulai dari Rp 1 juta, sampai Rp 2 juta sekali berangkat," ujarnya.

Sementara itu, Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga mengatakan, dari hasil pengungkapan ini, modus yang digunakan masih terbilang sama. Dimana para TKI ilegal ini dari asal daerah luar Kepri, diiming-imgingi bisa bekerja di Malaysia dengan upah tinggi, dan menggunakan jalur yang salah.

"Dengan upah yang besar, dan cara yang mudah, menjadi daya tarik para imigran gelap ini. Ini sudah sering berulang kali terjadi," ucapnya.

Erlangga menyebutkan, permintaan dari pihak luar yang membutuhkan tenaga kerja kita, juga menjadi salah satu faktor, masih banyaknya warga Indonesia yang bekeja keluar negeri dengan jalur yang salah.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Ini yang harus menajdi perhatian kita bersama. Bagaimana memutus mata rantai ini. Kita dari kepolsian selalu memberikan sosialisasi untuk tidak bekerja keluar negeri dengan jalur yang tidak resmi. Bekerjalah dengan jalur sesuai aturan yang berlaku. Sebab, bila menggunakan jalur tidak resmi, bisa membahayakan para TKI itu sendiri," imbaunnya.

Atas perbuatan kedua tersangka, Polisi menjerat pasal 81 jo 69 UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Imigran. Kedua tersangka terancam 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 15 miliar.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.