Tolak Tampilkan Pasangan Sejenis, Majalah di Australia Ditutup

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi
Sebuah majalah pernikahan di Australia ditutup setelah menolak untuk menampilkan pasangan sesama jenis kelamin. Luke dan Carla Burrell, pendiri Majalah White, menjelaskan mereka terpaksa tutup dikarenakan para pengiklan tak tertarik memasarkan produk di majalah mereka.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dilaporkan BBC Minggu (18/11/2018), dalam pengumuman resmi di situs resmi, Burrell berkata mereka menjadi target dari perundungan secara daring. Meski White merupakan majalah sekuler, pasangan itu menegaskan bahwa mereka teguh menganut agama mereka. Adapun pasangan yang ditolak dilaporkan melontarkan kecaman secara daring. 

"Sama seperti orang lain, kami harus memegang teguh apa yang menjadi keyakinan kami yang telah dipupuk sejak lama," demikian penjelasan Burrell. Pengumuman tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian mendukung dengan mengatakan bahwa mereka berhasil mempertahankan prinsip mereka. Salah satunya netizen bernama Cynthia McKenzie yang menuliskan bahwa kebebasan berekspresi majalah itu telah terbelenggu. 

"Saat ini, sayangnya, jika ada orang yang tidak mendukung pernikahan sesama jenis, maka mereka tak bisa menjalankan bisnis sesuai yang mereka inginkan," katanya. Sementara sebagian lagi menuliskan kekecewaan dan menuduh pasangan Burrell sebagai homofobia yang tidak pantas mengelola usaha. 

"Sangat jelas agenda kalian hanyalah mencintai orang-orang lurus," tutur warganet bernama Ruth Parker. Kekecewaan juga disampaikan fotografer Lara Hotz. Fotografer yang tiga karyanya menjadi sampul White mengaku sangat terluka dengan keputusan Burrell yang menutup majalah itu. Hotz berujar, White menerima uang dari komunitas LGBT. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Namun dia memberikan kecaman karena majalah tersebut tak menyuarakan dukungan. "Saya tak memaksa mereka untuk mendukung pernikahan sejenis. Namun setidaknya mereka transparan dengan pendirian mereka," tutur Hotz. Australia mengesahkan pernikahan sesama jenis pada Desember 2017 setelah 79,5 persen, atau 12,7 juta warga memberikan dukungan.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.