Alergi Cat Rambut, Kepala Wanita Ini Membesar 2 Kali Lipat



     Seorang pelajar Perancis mengalami kejadian buruk ketika gagal menata rambutnya. Estelle, gadis 19 tahun asal Paris, mengaku hampir meninggal setelah memakai cat rambut di rumahnya. Dia menderita reaksi alergi parah, yang membuatnya sulit bernapas dan  wajah yang bengkak sebesar melon.



Dilansir dari health.com pada Senin (3/12/2018), setelah membeli cat rambut di supermarket lokal, Estelle mengikuti instruksinya di rumah dan melakukan tes produk pada kulitnya. Sebelum memakai cat rambut, biasanya terdapat instruksi untuk mengetes pada kulit selama 48 jam sebelum mengaplikasikannya pada rambut. Hal ini untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi atau tidak. Estelle mengaku hanya mencoba catnya selama 30 menit dan bukannya 48 jam.



Dalam sebuah interview dengan Le Parisien, Estelle menceritakan bahwa dia langsung menyadari iritasi pada kulit kepalanya sesaat setelah memakai cat rambutnya. Kemudian kepalanya mulai membengkak seperti balon. Lalu ia  mengonsumsi Antihistamin atau obat pereda alergi untuk meredakan pembengkakkan. Namun esok paginya, kepalanya mencapai ukuran 63 cm, yang biasanya hanya berukuran 55,8 cm. “Aku tidak bisa bernapas. Kepalaku sudah seperti lampu bohlam,” ujar Estelle.

Cat rambut yang dipakainya mengandung paraphenylenediamine (PPD), bahan yang biasa terdapat di cat rambut, terutama cat rambut warna gelap. PPD juga sering ditemukan di tato henna, makeup warna gelap, tinta printer, karet hitam, minyak, minyak semir, bensin, dan lain-lain. Bahan ini biasanya tidak berbahaya, tapi jika alergi terhadap PPD, maka akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

“Gejala dari reaksi alergi ini bisa mulai dari rasa gatal biasa sampai ruam atau anafilaksis yang lebih berat dan bisa menjadi fatal,” jelas seorang dermatologis asal New York, Debra Jaliman, MD.

“Beberapa reaksi yang parah termasuk pembengkakkan pada wajah dan lidah, sesak napas, dan tekanan darah yang menurun,” jelasnya lagi.

Ketika lidah Estelle mulai membengkak, dia langsung datang ke emergency room dan diberi suntikan adrenaline dan dibiarkan terjaga semalaman. Untungnya, dia telah sembuh total dan membagikan ceritanya untuk memperingatkan orang lain tentang resiko PPD dan bahaya mengecat rambut di rumah.

PPD sebenarnya tidak berbahaya jika Anda tidak punya alergi. Hanya 2% PPD yang diperbolehkan dalam cat rambut. Sementara merk cat rambut yang Estelle gunakan hanya mengandung 1% PPD. Jadi, sangat penting untuk melakukan patch-testing sebelum memakainya.

Jika Anda sudah melakukan patch-testing dan tidak mendapat reaksi alergi apa pun, maka aman menggunakan cat rambut itu. Bagaimana pun, jika memutuskan untuk memakai cat rambut di rumah, jangan terlanjur panik.

Dr. Jaliman menyebutkan bahwa ketika mengecat rambut di rumah, harus selalu mulai dengan mencuci tangan. Lalu, buka produk cat rambut dan campurkan sedikit cat dan developer ke sebuah wadah. Jangan lupa tutup kembali produknya. Gunakan kapas dan oleskan sedikit cat ke siku lalu biarkan selama 45 menit.

Setelah 45 menit, bilas sikumu dengan air hangat dan keringkan. Pastikan jangan menutup siku selama 48 sampai 72 jam. Dr. Jaliman merekomendasi untuk menunggu dalam waktu yang lama jika pernah mempunyai masalah dengan kulit sensitif.

“Jika kulitmu cenderung bereaksi terhadap bahan tertentu, aku akan merekomendasi untuk melakukan lebih dari satu patch-test karena terkadang beberapa orang tidak mendapat reaksi apa-apa pada patch-test pertama,” ujar Dr. Jaliman lagi.


Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.