Bawa Bayinya yang Kelaparan, Seorang Ayah di Yaman Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang ayah di Yaman berjalan kaki selama lebih dari tiga jam demi membawa bayinya yang mengalami malnutrisi ke rumah sakit. Namun setelah sampai di rumah sakit, bayi berusia lima bulan itu sudah tidak tertolong. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dokter mengumumkan bayi laki-laki itu sudah meninggal karena kelaparan. Melansir dari The New Arab, Abdo Shoo'i mengaku tidak memiliki uang untuk membawa putranya, Aqeel, yang mengalami kekurangan gizi ke rumah sakit. 

Shoo'i akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki ke sebuah pusat medis di distrik Aslam Hajja, yang berjarak lebih dari tiga jam berjalan kaki dari desa Jayah, tempat tinggalnya. Shoo'i bahkan berjalan tanpa alas kaki.

"Saya tidak punya uang untuk membayar transportasi. Saya bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar sampai seperempat perjalanan," katanya kepada reporter Alaraby TV di rumah sakit. Setelah sampai di pusat medis, dokter yang bertugas segera memeriksa bayi itu. 

Mereka berusaha selama satu jam lebih untuk menyelamatkan nyawa bayi yang sudah lemah tersebut. Namun akhirnya, dokter menyatakan bayi Aqeel telah meninggal. Kabar duka itu tidak dapat langsung diterima Shoo'i yang sempat tampak kebingungan dengan penjelasan dokter bahwa putranya telah meninggal. 

Bayi Aqeel bukan satu-satunya anak yang menjadi korban peperangan di Yaman yang mungkin telah meninggal karena kelaparan maupun penyakit, sejak pecahnya perang sipil pada 2015. Data dari organisasi Save the Children yang dirilis bulan lalu menyebut, nyawa sekitar 85.000 anak-anak berusia di bawah 5 tahun di Yaman terancam kelaparan dan penyakit. 

Organisasi internasional itu menyampaikan perkiraan sederhana itu didasarkan pada tingkat kematian rata-rata akibat malnutrisi parah. "Untuk setiap anak yang terbunuh akibat bom dan peluru, puluhan lainnya mati kelaparan dan hal itu sepenuhnya bisa dicegah."
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
"Anak-anak yang meninggal akibat kelaparan akan sangat menderita," kata Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.