Bejat, Kakek Tega Cabuli Anak Angkatnya Selama 3 Tahun



     Usia sudah uzur, seorang kakek di Kabupaten Batanghari, Jambi bukannya semakin giat beribadah, malah tega berbuat asusila terhadap anak angkatnya sendiri. Ya, perlakuan tidak senonoh itu dialami oleh Bunga (16). Ironisnya, pelaku yang berinisial MN (69) tega menggauli Bunga selama tiga tahun lamanya.



Pelaku diketahui warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. Ia diamankan anggota Polres Batanghari. Kelakuan bejatnya terbongkar usai ibu kandung korban membuat laporan ke Polres Batanghari. Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadag Anindito membenarkan adanya kejadian tersebut.



"Benar, tersangka diamankan setelah ibu kandung korban melapor ke Polres Batanghari. Tersangka sendiri, kita tangkap pada Rabu 5 Desember 2018 lalu di rumahnya," ungkap Anindito, Jumat (7/12/2018).

Ia menjelaskan, anak angkat tersangka merupakan titipan dari ibu kandungnya agar diasuh hinga dewasa dan disekolahkan baik-baik oleh pelaku. Bukannya menjalankan amanah itu dengan benar, pelaku malah merusak masa depan Bunga. Pelaku lebih menuruti hawa nafsu setan demi memuaskan hasrat birahinya.

Dalam melakukan aksinya, kakek bejat itu beraksi di rumah dan pondok kebun miliknya. "Ibu kandung korban berada di Pulau Jawa, sedangkan korban ini merupakan titipan ibunya kepada MN sejak umur 3 tahun agar diasuh sampai besar sekalian diberi pendidikan," ucapnya.

Ibu kandung korban menerima laporan perihal aksi tidak senonoh yang dialami anaknya itu melalui sambungan telefon. Alhasil, ia langsung kembali ke Jambi dan melaporkannya ke polisi.

"Korban melapor ke ibu kandungnya karena tidak tahan lagi atas perbuatan ayah angkatnya itu," tambah Anindito.

Polisi yang menerima laporan langsung bertindak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pelaku. "Awalnya MN sempat mengelak atas perbuatannya saat diperiksa. Tetapi, setelah diperiksa terus menerus akhirnya tersangka MN mengakui perbuatannya dan langsung kita ditangkap," tegasnya.

Sementara itu, di hadapan polisi, tersangka mengaku khilaf dan tak kuasa menahan nafsu saat melihat korban pulang sekolah. "Saya melakukannya berulang kali, yakni mulai tahun 2016 sampai tahun 2018, saat ia masih SMP," ujar MN.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.