Cari Pencuri Yoghurt, Polisi Taiwan Gunakan Tes DNA Jutaan Rupiah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang perempuan di Taiwan ditangkap dengan tuduhan telah mencuri minuman yoghurt milik teman sekamarnya. Namun, kasus tersebut yang terjadi pada November lalu itu malah menimbulkan kecaman setelah polisi menggunakan tes DNA yang biayanya mencapai jutaan rupiah.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Diberitakan TVBS via BBC Selasa (4/12/2018), awalnya salah satu teman sekamar pelaku menemukan yoghurt seharga 59 dollar Taiwan, atau Rp 27.500, miliknya sudah habis. Perempuan itu tinggal bersama lima wanita lainnya yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Kebudayaan China. 

Dia mengambil botol yang sudah kosong dari tempat sampah, dan mulai menginterogasi satu kamar siapa yang sudah menghabiskan yoghurtnya tanpa izin. Karena tak ada yang mengaku, teman sekamar pelaku memilih melaporkannya ke polisi yang kemudian menggelar penyelidikan resmi. Karena botol itu terlalu basah untuk diambil sidik jarinya, si teman sekamar pencuri meminta polisi untuk menggelar tes DNA. 

Polisi kemudian memerintahkan enam perempuan termasuk pelapor datang ke kantor dan melakukan tes hingga pelakunya ditemukan. Warga yang mengetahui berita itu mengungkapkan kekecewaannya karena setiap tes DNA berharga 3.000 dollar Taiwan, sekitar Rp 1,4 juta, yang didanai dari pajak rakyat. 

Kepada Apple Daily, seorang warga bernama Liu menyatakan dia sangat marah mengetahui besarnya biaya dan waktu untuk mengungkap kasus itu. "Jika saya yang menjadi polisinya, solusinya saya bakal membelikan sebotol yoghurt baru bagi perempuan tersebut," ujar Liu. Sementara seorang polisi yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan kasus itu seperti "menembak burung menggunakan meriam".
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Penyelidikan kasus ini benar-benar tidak sesuai dengan proporsionalitasnya!" tegas polisi anonim tersebut.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.