Cerita Kasmini, TKI Ilegal di Malaysia yang Diusir Bersama 4 Anaknya

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia, diusir petugas keamanan di sana melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis (6/12/2018).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kasmini (35) TKI asal Sulawesi Selatan ini sempat ditangkap aparat kepolisian negeri jiran dan masuk dalam Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau selama empat bulan. Barulah dipulang ke Indonesia, bersama dengan empat orang anaknya.

"Waktu itu kena razia pendatang asing di rumah," kata Kamsmini ketika berada di penampungan BP3TKI Kabupaten Nunukan, Kaltara, Jumat (7/12/2018).

Kasmini mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak memiliki dokumen keimigrasian atau paspor termasuk empat anaknya yang sudah usia remaja.

Dia pun pasrah digelandang naik ke mobil truk, tanpa diikuti oleh suaminya karena memiliki paspor. Sedangkan, keempat anaknya uhammad Ridwan (15), Nuraeda (14), Nurdiana (13) dan Nursyamawati (12) turut ikut bersama Kasmini.

"Anak saya semuanya lahir di Malaysia," ujar dia.

Kasmini sudah masuk ke Negeri Sabah sejak tahun 2000. Dia ikut suaminya yang bekerja di perusahaan kelapa sawit 18 tahun lalu memang secara ilegal.

Setelah turun dari kapal di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, dia langsung dinaikkan ke perahu menuju Bambangan Kecamatan Sebatik Barat. Usai itu, lanjut jalur darat ke Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Pada malam harinya, naik kapal cepat ukuran kecil diberangkatkan ke Tawau Negeri Sabah tanpa menggunakan paspor.

"Tapi saya tidak tahu, siapa yang bawa (calo) waktu itu," ujar dia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kini Kasmini bersama 82 TKI bermasalah lainnya harus kembali ke Indonesia. Mereka ditampung sementara P3TKI Kabupaten Nunukan, sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

"Saya mau pulang kampung dulu. Nanti lagi baru ke Malaysia kalau sudah punya paspor," ujar dia.

Sumber:inews

No comments

Powered by Blogger.