Sulap Tanah Liat jadi Suvenir, Pria Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dapat berkarya dan menghasilkan sesuatu dengan tangan dan keterampilan sendiri merupakan nilai lebih seseorang yang dapat memberikan kenikmatan pada diri sendiri. Apalagi kalau karya tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah masuk ke dalam kantong.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seperti halnya yang dilakukan seorang Redza Dwi Putra atau biasa dikenal Redza Tanah Liat. Pria asal Karawang ini berhasil membuat usaha suvenir yang cukup menarik, yaitu suvenir berupa patung karakter dari bahan tanah liat, yang diberi nama Ngliatcreative.

Berawal dari kejelian melihat peluang, kini Redza berhasil mengepakkan sayapnya di dunia bisnis.

"Awalnya saya melihat peluang waktu main ke acara wisuda, sepertinya hadiah buat wisuda bisa dijadikan peluang bisnis," katanya saat dihubungi dilansir dari detikFinance.

"Saya ingat dulu pernah bikin plakat buat kenang-kenangan waktu masih SMA pakai tanah liat. Eh kepikiran kayaknya kalau hadiah suvenir wisuda pakai tanah liat belum ada yang bikin, saya bikin deh," tambahnya.

Redza yang saat itu berkuliah jurusan Teknik Pendidikan Biologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta, memulai usahanya dengan menawarkan produk di sekitar mahasiswa di kampusnya.

"Semuanya berawal di Solo di kampus saya waktu itu, bisnis ini maupun kliennya," kata Redza.

Tahun 2016 Redza memutuskan untuk meluncurkan produknya bertepatan dengan hari wisudanya. "Ya kalau orang-orang pada foto-foto, saya mah jualan," celetuknya.

"Mulai saat saya seriusin jadi bisnis sekaligus kasih nama Ngliatcreative ini. Memang awalnya cuma nerima orderan iseng, cuma kenapa nggak jadi usaha beneran sekalian," tuturnya.

Meskipun kini usahanya sudah cukup menghasilkan, Redza sempat mengalami sedikit keterpurukan pada saat merintis usahanya. Tahun 2017 usahnya mengalami penurunan penjualan yang membuatnya beralih profesi menjadi seorang pengajar di sebuah bimbingan belajar.

Pantang menyerah, justru Redza mencoba bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. Dia mengembangkan produknya dengan memberikan fasilitas kustomisasi tampilan pada suvenir patung tanah liat buatannya.

Redza mengakui memang dirinya lebih nyaman untuk berbisinis dibanding mengajar.

"Saya juga menyadari kalau bisnis juga melatih kemandirian seseorang, melatih membangun jaringan, dan melatih mengelola hidup juga. Jadi, saya lebih memilih bisnis," ujarnya.

Karya Redza paling sering dibeli untuk hadiah wisuda dan juga pernikahan. Dengan kelebihan kustomisasi tampilan pada suvenirnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Hingga kini, sekitar dua tahun bisnis suvenirnya berjalan, Redza dapat menghasilkan omzet sekitar Rp 2-3 juta per bulan. Paling banyak dalam sebulan Redza dapat membuat 15 buah suvenir dengan tangannya sendiri.

"Prinsip saya sih satu, kita harus punya karya, apapun itu, dan sekecil apapun itu. Pokoknya yang paling penting jangan pernah berhenti berkarya," ungkap Redza.

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.