21 Tahun Ditahan Majikan di Arab Saudi, TKI Minta Bantuan Pemerintah



     Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) perempuan asal Desa Gadingan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Wastini, tidak diperbolehkan pulang oleh majikannya di Arab Saudi selama 21 tahun. Keluarganya meminta pemerintah membantu memulangkan Wastini.



“Kami menerima pengaduan dari anak seorang TKI, bahwa ibunya sudah 21 tahun tidak pulang karena ditahan majikannya,” kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih di Indramayu, Sabtu (12/1/2019).



Keluarga Wastini tinggal di Blok Buyut Gading, RT 004, RW 001, Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Dari pengakuan pihak keluarga, lanjut Juwarih, Wastini berangkat menjadi TKI di Arab Saudi sejak 10 Oktober 1998 diberangkatkan melalui PT Firhada Jaya Labour Supplier beralamat di Jakarta.

Wastini bekerja di Arab Saudi pada majikan bernama Gosim Hamada Al-Paras, yang beralamat berdasarkan di amplop surat di Domat, Al Jadal, Firesta, Al Jouf, KSA. Namun selama bekerja di sana, Wastini belum pernah diizinkan pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya. 

“Kata keluarga selama di sana Wastini tidak bisa pulang, tidak diberi kebebasan berkomunikasi dan tidak digaji. Keluarga berharap pemerintah bisa membantu memulangkan dan menemukan ibu mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Advokasi SBMI Cabang Indramayu, Dasiwan menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan dari keluarga TKI itu. “Dalam waktu dekat setelah dokumen pendukung sudah siap, SBMI Indramayu akan membuat surat pengaduan ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri,” katanya.

Sumber : inews

No comments

Powered by Blogger.