Bantai Istri karena Cemburu Buta, Suami Coba Bunuh Diri



     Terbakar api cemburu dan terlibat cekcok besar, seorang suami di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, nekat membantai istrinya dengan sebuah batu besar, pada Rabu 9 Januari 2019 malam. Sang istri meregang nyawa bersimbah darah di dapur rumahnya dengan luka hantaman benda tumpul di bagian kepala.



Sedangkan sang suami yang mencoba bunuh diri usai melakukan perbuatan kejinya, sekarat dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.



Saat pertama kali ditemukan di bagian dapur rumahnya di Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sania meninggal dunia bersimbah darahh dengan posisi telentang.

Sania meregang nyawa bersimbah darah pada bagian wajah usai dibantai dengan batu besar dan senjata tajam oleh Arkati, suaminya. Sedangkan Arkati yang gagal usai mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadinya dalam kondisi sekarat dan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk menjalani perawatan intensif.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini pertama kali diketahui oleh anak korban, yang curiga dengan suara keras di dalam rumah. Saat mencoba masuk ke dalam, semua pintu terkunci hingga akhirnya sang anak nekat memanjat atap rumah dan mendapati kedua orang tuanya sudah bersimbah darah.

Sang anak melihat, ibunya menderita luka hantaman benda tumpul dan sayatan senjata tajam pada bagian wajah. Sedangkan ayahnya menderita luka sayatan pada lengannya setelah mencoba bunuh diri.

Petugas dari Satreskrim Polres Cirebon yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa keterangan dari sejumlah saksi.

"Dari hasil olah TKP awal diketahui, pasangan suami istri ini terlibat cekcok sebelum akhirnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan Sania tewas di lokasi kejadian," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto.

Dia menduga, motif pembunuhan ini berasal dari rasa cemburu buta suami terhadap istrinya yang belakangan sifatnya berubah dan kurang melayani.

Hingga kini jenazah Sania dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu untuk dilakukan autopsi. Sedangkan arkati yang dalam keadaan masih hidup kini diamankan dan menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon.

"Kami masih terus melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti batu dan pisau serta akan memeriksa suami korban setelah kondisinya membaik," pungkas Suhermanto.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.