Jenazah TKW Asal Lombok Tengah ‘Tersandera’ di Brunei Darussalam

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Nasib nahas yang dialami pahlawan devisa di negara tetangga seakan tak ada habisnya. Seperti halnya yang dialami Ibu Sakinah (40) Warga Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berdomisili di Desa Lape, Kabupaten Sumbawa ini meninggal dunia di Brunei Darussalam pada 24 Desember 2018 karena sakit.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Namun, jasadnya hingga kini masih tertahan di salah satu rumah sakit di Brunei karena belum ada biaya pemulangan jenazah.

Lalu Sukarde yang merupakan keluarga Ibu Sakinah mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar jenazah keluarganya bisa dipulangkan lebih cepat. Namun, upaya itu belum berhasil karena biaya pemulangannya cukup besar dan pihak keluarga tidak mampu untuk membayar.

“Kami sudah koordinasi dengan PJTKI yang berangkatkan tapi disuruh menunggu dan bersabar. Agensi dan KBRI juga sudah kami minta bantuan tapi tetap saja jenazah korban belum bisa dipulangkan,” jelas Karde kepada wartawan, Kamis (3/1).

Melihat kondisi ini, pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemprov NTB untuk bisa membantu, supaya jasad keluarganya itu bisa dipulangkan. Karena dari pihak keluarga tidak ada biaya untuk memulangkan jenazahnya.

Almarhumah Ibu Sakinah dulu diberangkatkan oleh PT. Putra Pertiwi Jaya Lestari dan bekerja di Madang Brakas Brunai Darussalam sebagai Asisten Rumah Tangga di Masyhur Bin Phehin Bin Datuk Paduka Haji Musa.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Kita berharap Pemerintah bisa membantu pemulangan jenazahnya, karena biayanya pemulangan cukup besar yakni Rp40 juta,” pungkasnya.

Sumber:kicknews

No comments

Powered by Blogger.