PVMBG Catat Ada 15 Kali Kegempaan Letusan Anak Krakatau Hingga Minggu Pagi



    Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami 15 kali kegempaan letusan sepanjang Minggu dini hari hingga pagi ini.



Menurut laporan aktivitas gunung api disampaikan Deny Mardiono AMd, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dalam rilis sepanjang periode pengamatan 6 Januari 2019, pukul 00.00 sampai dengan 06.00, visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.



Tidak terdengar suara dentuman. Ombak laut pun tenang.

Aktivitas Kegempaan Letusan sebanyak 15 kali, amplitudo 15-30 mm, durasi 37-105 detik. Kegempaan Embusan sevanyak 9 kali, amplitudo 9-19 mm, durasi 30-55 detik. Kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-12 mm (dominan 7 mm).

Kondisi cuaca terpantau cerah dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 25-27 derajat Celsius dan kelembapan udara 79-83 persen.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

Sebelumnya, PVMBG menyampaikan pada periode pengamatan 5 Januari 2019 pukul 18.00 sampai dengan 24.00, secara visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Tidak terdengar suara dentuman.

Aktivitas Kegempaan Letusan sebanyak 19 kali, amplitudo 20-24 mm, durasi 51-121 detik. Embusan sebanyak 6 kali, amplitudo 12-14 mm, durasi 35-42 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-17 mm (dominan 8 mm).

Sepanjang pengamatan, cuaca cerah dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 27-29 derajat Celsius dan kelembapan udara 71-79 persen.

Data tersebut diambil dari Stasiun Sertung di Selat Sunda, dekat Gunung Anak Krakatau.

PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan pula sejak pagi hingga Sabtu (5/1) siang, Gunung Anak Krakatau mengalami 24 kali kegempaan letusan, 4 kali kegempaan embusan, dan terjadi tremor menerus.

PVMBG menyebutkan pada periode pengamatan 5 Januari 2019, pukul 06.00 sampai dengan 12.00 , Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami Kegempaan Letusan sebanyak 24 kali, amplitudo 18-25 mm, durasi 52-114 detik.

Kegempaan Embusan 4 kali, amplitudo 18-22 mm, durasi 46-110 detik. Kemudian Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-17 mm (dominan 7 mm).

Gunung api di dalam laut itu, kini ketinggiannya menyusut dari semula 338 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi 110 mdpl atau telah berkurang sebagian tubuhnya longsor ke laut, sehingga diduga memicu tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) akhir pekan lalu. Seperti diberitakan Antara.

Sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.