Tragis, Gajah Mati Lemas Tersangkut Pagar Saat Mencari Makanan



    Gajah kerap disebut sebagai hewan pengganggu, terutama mereka yang tinggal dekat dengan hutan. Namun hewan besar yang satu ini ternyata terancam populasinya di alam liar, karena pemburuan dan pembunuhan dengan meracuninya.



Indonesia, Thailand, atau India adalah contoh negara di mana sebagian masyarakatnya kerap bersinggungan dengan gajah. Tidak hanya manusia saja yang terancam jiwanya, gajah pun bisa menjadi korban.



Bahkan seekor gajah terlihat mati secara tragis, di mana ia mati lemas setelah mencoba untuk melewati pagar pertanian demi mendapatkan makanan. Bagaimana ceritanya? Simak di tautan ini.

Gambar yang memilukan ini tertangkap di Taman Nasional Nagarhole di India bagian selatan, Karnataka. Menunjukkan hewan besar itu mati dengan tragis, saat tersangkut pagar pertanian.

Dikutip dari dailymail.co.uk, media lokal mengatakan hewan itu telah berhasil melewati pagar dan makan dari ladang petani. Tetapi kemudian terjebak saat mencoba untuk keluar ladang pertanian.

Gajah India besar itu dilaporkan berusia 42 tahun pada saat kematiannya. Dan berasal dari jenis yang digolongkan sebagai 'sangat terancam' oleh WWF.

Menurut direktur Taman Nasional Nagarhole K.M. Narayanaswamy, diafragma gajah terjebak. Dan organ vitalnya kehabisan oksigen, sehingga gajah itu tewas mengenaskan.

Sekelompok orang mencoba untuk mendorong gajah dari pagar, dan hewan besar itu kemudian jatuh dan terbaring tak bergerak di tanah.

Laporan menyatakan bahwa, pagar sepanjang 20 mil telah didirikan menggunakan dana negara untuk mencoba dan menghentikan gajah dari tanaman petani.

Keputusan untuk mendirikan pagar dilaporkan dikritik oleh pelestari lingkungan, dan aktivis yang mengklaim pagar akan menyebabkan gajah mati.

Seorang pejabat pensiunan hutan bernama H.C. Kantharaju mengatakan kepada wartawan bahwa, pagar itu telah meminimalisir kerusakan yang terjadi pada tanaman petani. Dan ketinggian pagar bisa dinaikkan untuk mencoba dan menghentikan gajah memanjatnya.


Sumber : viva

No comments

Powered by Blogger.