Ditemukan Tak Sadarkan Diri Diduga Kena Serangan Darah Tinggi,BMI Hong Kong Asal Kediri Meninggal Dunia



      Seorang Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong sebagai pekerja rumah tangga asal Kediri dinyatakan meninggal dunia hari ini, Rabu (13/2) di Rumah Sakit Nethersole, Taipo,New Teritories. 



Endang Widuri (36), yang diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi (darah tinggi) ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri dirumah majikan.
Ia dinyatakan koma karena pecahnya pembuluh darah sejak dilarikan ke rumah sakit pada 11 Januari lalu.



Berawal dari suara anjing yang terus menggonggong pada 11 Januari 2019 lalu, tetangga disekitar tempat Endang bekerja, DD 23 LOT 215 SA-2, Wai Ha Village merasa curiga dan melongok mengintip kerumah tersebut. Mereka melihat BMI yang biasa merawat anjing tersebut terkapar dilantai.

Tanpa pikir panjang mereka langsung menelpon nomor darurat 999. 
Dalam hitungan menit pihak medis dan polisi datang dan terpaksa mendobrak pintu rumah majikan Endang yang saat itu memang sedang tidak berada dirumah. Endang didapati pingsan dan dinyatakan koma. Selama dirawat dirumah sakit , dari mulai tanggal 11 januari hingga 13 februari sebelum ia dinyatakan meninggal dunia ,Endang sama sekali tak bisa diajak komunikasi.

Kasa Maid, selaku agensi juga telah mengundang suami Endang ke Hong Kong pada 9 Februari kemarin dan rencana akan mendampingi Endang hingga 23 Feb mendatang. Dokter berupaya supaya pasien ada respon kembali dan menyarankan untuk terus mengajak komunikasi. 

Suaminya hampir tiap hari tak beranjak dari sisi Endang. Komunikasi dengan putri semata wayangnya yang di kampung halaman terus dilakukan meski hanya via pesan suara. Endang tetap tak bergeming dari tidurnya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Dokter sempat menginformasikankan hendak dilakukan tindakan operasi untuk menolong nyawanya. Tiga staff KJRI Hong Kong, pihak agensi dan suaminya sempat berdiskusi bersama atas hal ini. 

Namun, tak lama berselang, sebelum tindakan medis dilakukan Dokter memanggil kembali suaminya untuk segera datang saat itu juga. Nyawa Endang pun tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal pada 02.27am, dini hari tadi.

Endang pertama kali bekerja ke Hong Kong pada 6 Januari 2016. Tak sampai finish, Endang pulang ke kampung halaman dan menunggu proses untuk kembali kerja ke Hong Kong. Dia mulai bekerja kembali pada majikan kedua,Wang, pada 18 Agustus 2017.

Almarhum menjadi tulang punggung keluarga, meninggalkan putrinya yang masih berumur 6 tahun. Ibunya merantau ke Taiwan sejak 5 tahun lalu dan tak pernah sekalipun berkabar. Almarhum semasa hidupnya pernah bercerita bahwa kehidupan orantuanya begitu rumit. 

Ayahnya sering gonta-ganti perempuan hingga Ibunya memilih pergi meninggalkan rumah tangganya yang kelam. Keinginan almarhum untuk bertemu Ibunya tak tersampaikan,bahkan foto Ibunya pun dia tak punya. Innalillahi wainailaihi rajiun.


Sumber : situskartini

No comments

Powered by Blogger.