Menpan RB Janji Bantu TKW Bermasalah di Dubai

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin Kambo bertemu tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di penampungan Konsulat Jenderal RI Dubai, Uni Emirat Arab. Syafruddin menegaskan pemerintah berkomitmen membela TKW yang terkena masalah.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Saya menegaskan komitmen pemerintah membela dan membantu warganya yang terkena masalah di manapun, termasuk TKW Indonesia yang kini dililit segala persoalan keimigrasian di Dubai," kata Syafruddin saat berjumpa TKW di Konjen RI Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, 11 Februari 2019.

Syafruddin sedang mengikuti World Government Summit di Dubai. Ia pun menyempatkan diri bertatap muka dengan sejumlah TKW bermasalah yang berada di penampungan di Konjen RI di Dubai.

Mantan Wakapolri itu berjanji akan berbicara dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk membantu masalah yang dialami 100 TKW itu. Ia menyebut umumnya para TKW itu berasal dari Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Meski begitu, Syafruddin juga mengimbau para TKW mematuhi aturan yang berlaku saat berangkat ke luar negeri. Para TKW harus memiliki dokumen dan berangkat melalui jalur resmi.

"Jangan terlena bujuk rayu oknum penyelenggara pengerah TKI atau majikan," kata dia.

Seharusnya, kata Syafruddin, para buruh migran mengumpulkan informasi sebelum berangkat ke luar negeri. Mereka bisa bertanya kepada kolega yang telah sukses bekerja di luar negeri.

"Serta kepala desa masing-masing yang telah berpengalaman memberangkatkan TKW agar tidak bermasalah di negara tujuan," kata Syafruddin.

Konsul Jenderal RI untuk Dubai Ridwan Hasan menyebut terdapat 125 ribu warga Indonesia yang kini berdomisili di Dubai. Mereka memiliki berbagai macam profesi.
 
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Ridwan mengatakan Konsulat Jenderal RI untuk Dubai saat ini menampung 100 TKW bermasalah di penampungan. Selain itu, terdapat dua balita yang juga ikut ditampung.

"Mereka umumnya lari dari majikan atau over stay dan kini sedang tahap penyelesaian agar bisa kembali ke Tanah Air," kata Syafruddin. 

Sumber:medcom

No comments

Powered by Blogger.