Minum Teh Hijau Ampuh Cegah Berat Badan Naik, Benarkah?



    Masih banyak orang yang meragukan manfaat teh hijau untuk mencegah obesitas. Ada juga yang mengatakan mengonsumsi teh hijau tidak terlalu berguna.



Sekelompok penelitii dari Ohio State University di Columbus, Amerika Serikat mencoba menyelidik bagaimana senyawa di dalam teh hijau berinteraksi dengan bakteri usus.

"Hasil studi yang mengamati manajemen obesitas sejauh ini bervariasi. Beberapa tampaknya mendukung teh hijau dalam menurunkan berat badan, tetapi banyak penelitian lain yang tidak menunjukkan efeknya, kemungkinan karena kompleksitas diet relatif terhadap sejumlah faktor gaya hidup," kata penulis utama Richard Bruno seperti dikutip dari Medical News Today pada Minggu (17/3/2019).

Untuk penelitian ini, para ilmuwan menggunakan tikus jantan sebagai bahan percobaannya. Mereka tidak menyertakan tikus betina karena dianggap lebih tahan terhadap obesitas akibat diet dan perubahan metabolisme.

Pertumbuhan bakteri baik

Setengah tikus jantan diberi pola makan standar selama delapan minggu. Sisanya diberikan konsumsi makanan tinggi lemak yang berpotensi menyebabkan obesitas. Para peneliti juga mencampurkan ekstrak teh hijau dalam beberapa makanan untuk setiap kelompok.

Delapan minggu kemudian, para peneliti mengukur berbagai faktor. Salah satunya adalah kebocoran usus yang diimplikasikan pada peradangan atau kondisi kesehatan lainnya.

Tikus-tikus ini juga dinilai kadar endotoksin dalam aliran darahnya. Bakteri usus memproduksi bahan kimia tersebut dan bergerak di sekitar tubuh. Mereka bisa mendorong peradangan dan resistensi insulin yang merupakan prekursor diabetes.

Ekstrak teh hijau ditemukan memiliki manfaat. Tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak yang dicampur senyawa teh hijau 20 persen mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit daripada mereka yang mendapatkan asupan makanan tinggi lemak tanpa tambahan. Selain itu, mereka juga memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih rendah.

"Studi ini memberikan bukti bahwa teh hijau mendorong pertumbuhan bakteri usus yang baik dan mengarah pada serangkaian manfaat, yang secara signifikan menurunkan risiko obesitas," kata Bruno.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.