Pemilik Spa Vietnam Mengancam Polisi Dengan Pisau Setelah Tukang Pijat Indonesia Ditangkap


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemilik spa Vietnam di New Taipei City kemarin (5 Maret) dengan marah mengancam petugas polisi dengan pisau setelah dia mengetahui bahwa karyawannya yang ditahan di Indonesia ditahan karena visanya yang berlebihan, lapor UDN.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kemarin sore pukul 2 malam Petugas dari Kantor Polisi Distrik New Taipei Tamsui tiba di sebuah panti pijat di Jalan Utara Zhongshan di Distrik Tamsui kota untuk pemeriksaan rutin. Petugas segera menemukan bahwa salah satu tukang pijat itu  perempuan Indonesia yang tidak memperpanjang masa visanya tiga tahun.

Mengetahui bahwa dia menghadapi penangkapan, wanita Indonesia itu berpura-pura pergi ke ruang belakang untuk mengambil dokumen-dokumennya tetapi malah melarikan diri melalui pintu belakang. Polisi menyusulnya di pintu masuk sebuah supermarket terdekat, tetapi dia mencoba melarikan diri lagi.

Polisi akhirnya bisa menundukkannya dan mengantarnya kembali ke spa. Setelah mendengar berita tentang penangkapan tersebut, pemilik wanita spa Vietnam berusia 40 tahun yang bermarga Bui (裴), yang telah memperoleh kewarganegaraan Taiwan, bergegas kembali ke tokonya. Marah karena polisi bersiap untuk membawa karyawan Indonesia-nya ke kantor polisi, dia mengeluarkan pisau semangka besar dari konter, mulai marah ke petugas dan melambaikan pisau ke arah mereka.

Selama perselisihan yang terjadi kemudian dengan polisi, siku kiri Bui menabrak kabinet kaca, mengalami luka dan pendarahan. Bui kemudian dibawa ke Rumah Sakit Memorial Mackay untuk perawatan.

Setelah membawa wanita Indonesia itu ke kantor polisi untuk diinterogasi, petugas mengkonfirmasi bahwa ia telah memperpanjang visanya lebih dari tiga tahun. Polisi kemudian memindahkannya ke Badan Imigrasi Nasional untuk menghadapi deportasi.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Setelah dirawat di rumah sakit, Bui dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik New Taipei atas tuduhan Gangguan dengan Fungsi Publik (妨害 公務 罪) dan melanggar Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan (就業 服務 法).

Sumber:taiwannews

No comments

Powered by Blogger.