Putus Kuliah, Pria Ini Kantongi Ratusan Juta dari Burger Nasi



     Sukses sejak muda adalah pilihan. Bermodal tekad dan kemampuan menangkap peluang sekecil apapun adalah kuncinya. Itu lah yang dibuktikan oleh Khoirul Arifin, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pada gilirannya memilih putus kuliah demi fokus berbisnis.



Khoirul saat ini menjadi anak muda berpenghasilan ratusan juta rupiah per bulan dengan menjual burger. Bila lazimnya burger dibuat dengan roti, Khoirul memodifikasinya dengan menggunakan nasi.



Produk uniknya itu dia beri merek NasiHut. Dia memulai bisnis tersebut sejak 2015 saat masih aktif berkuliah. Kala itu dia mengandalkan modal hanya sebesar Rp 150.000.

"Modalnya Rp 150.000, masih mahasiswa, kebetulan waktu itu tahun 2015," katanya saat berbincang dengan detikFinance seperti ditulis, Sabtu (2/3/2019)

Bermodal uang tersebut, Khoirul membuat nasi burger sebanyak 30 porsi dengan isian nugget, sosis dan telur, saus dan mayonaise.

Saat masih merintis bisnisnya itu, dia menjual seporsi NasiHut dengan harga Rp 5.000. Produknya itu hanya dijual di lingkungan kampus saja dengan menyasar mahasiswa. Dia mengatakan, produk NasiHut sudah beredar di lebih dari 100 perguruan tinggi di Jabodetabek.

"Kita ada relasi lebih dari 100 universitas Jabodetabek. Jadi jualnya ke mahasiswa," ujarnya.

Saat ini, Khoirul bisa mejual 5.000-10.000 porsi nasi burger per harinya dengan mengandalkan satu unit pabrik. Kini harga nasi burger yang dia jual harganya Rp 7.000 per porsi.

Khoirul tak mau buka-bukaan soal omzetnya per bulan. Tapi dia mengatakan pendapatan dari menjual NasiHut itu telah tembus di atas Rp 100 juta.

"Cukup lumayan lah (omzetnya), sampai ratusan juta," jawabnya.

Dia pun bercerita bagaimana awal mula tercetus nasi burger. Ide ini tercipta saat ia jauh untuk membeli makan saat kuliah.

"Jadi awalnya saya dulu kan di asrama IPB. di sana kalau kita makan lumayan harus nanjak dulu ke atas, jaraknya lumayan. Nah saya berpikir bahwa ada nggak sesuatu yang itu bisa langsung disajikan tapi sederhana. Akhirnya terpikirlah bikin burger, rotinya diganti nasi," paparnya.

Bisnisnya pun tak bisa dibilang mulus-mulus saja. Seiring berjalannya waktu muncul kompetitor dengan produk sejenis, yakni burger dengan roti yang diganti menjadi nasi.

Namun itu dia siasati dengan cara membuat produknya memiliki nilai tambah dibandingkan kompetitor.

"Untuk menyiasatinya kita ada added value-nya, ada nilai tambahnya, contoh dari rasa NasiHut beda. Kan yang lain rata-rata pengemasannya pada umumnya seperti apa. Nah kita ada pengemasan tema originalnya kita," ujarnya.

Demi fokus berbisnis NasiHut, akhirnya Khoirul memutuskan berhenti kuliah di semester 2.

"Saya nggak lulus kuliah. Jadi saya semester 2 berhenti karena bisnis," tambahnya.

Sumber : fimela

No comments

Powered by Blogger.