TKI Asal Kalbar jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Tergeletak di Kebun Sawit & Luka Tusuk di Tubuh

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Mempawah Kalbar dikabarkan meninggal dunia di sebuah perkebunan sawit (ladang Rinwood) Mukah Malaysia, Minggu (24/2/2019).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Diketahui TKI tersebut merupakan Warga Dusun Sepang RT 003/001, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Atas nama Rianto (24) yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat pagi.

Berdasarkan informasi yang beredar, Rianto ditemukan meninggal oleh salah satu pengawas di perkebunan sawit dengan luka tusuk di bagian belakang tubuh korban.

Dimana kabar tersebut di posting pada sebuah Akun Facebook yang menuliskan "Mohon siapa keluarga yang mati terbunuh di temukan di ladang Rinwood Mukah peringkat 4 jenazah ada di hospital mukah sekarang".

Dalam postingan tersebut turut dilampirkan Foto korban, dan pada salah satu kolom komentarnya, menuliskan bahwa Rianto di duga sebagai korban pembunuhan.

Kemudian salah satu akun medsos rekan Rianto, menggunggah sebuah foto yang menuliskan "Kenapa begitu cepat engkau pergi ninggalin kami, Bro mudah-mudahan engkau diterima disisi sang pencipta, Kami merindukan canda tawamu".

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial Rianto di temukan tewas di area perkebunan dengan luka tusuk di belakang tubuh korban

Rianto diduga meninggal karena dibunuh oleh rekan kerjanyaa di salah satu perkebunan sawit daerah Mukah Malaysia.

Berdasarkan informasi pelaku pembunuhan saat ini telah diamankan oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia dan saat ini jenazah Rianto sedang berada di salah satu rumah sakit Mukah malaysia.

Sempat Ingin Pulang

Saat ditemui, Paman Korban Asdi (35) mengatakan bahwa 3 hari sebelum dikabarkan meninggal, korban masih kontak sebelum meninggal melalui masengger. Dan didalam obrolannya korban berencana pulang ke Indonesia, pada bulan Desember 2019.

"Padahal tiga hari sebelum meninggal dia sempat kontak lewat facebook. Dan bilang mau pulang, juga minta dibelikan motor kalau dia pulang," ujar saat ditemui di kediamannya, Dusun Sepang RT 003/001, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Minggu (24/2/2019).

Asdi mengungkapkan dirinya mengetahui Rianto meninggal dari postingan rekan kerjanya pada Jumat lalu.

"Kita keluarga sangat penasaran, dia meninggal kenapa, karena kabarnya dibunuh," imbuhnya.

Ditanyai mengenai pekerjaan Rianto, Asdi menyebutkan Rianto mulai bekerja sejak tahun 2014 lalu, ia bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit di Mukah Malaysia.

"Sudah 3 tahun dia bekerja, dari 2014  lalu. Dan selama ini memang dia tidak pernah ada keluhan selama kerja," tegasnya.

Jenazah Tiba di Toho Mempawah

Jenazah pekerja migran Indonesia asal  Kabupaten Mempawah, Rianto telah dipulangkan ke rumah duka Dusun Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah,  Kamis(14/3/2019) lalu.

Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan jenazah kerumah duka, jenazah datang dan langsung dikebumikan.

Melihat kedatangan jenazah anaknya Ibu korban, Idawati (43) tak mampu mengahan air mata, Ia mengangis histeris menyambut kedatangan jenazah anak kandungnya.

Tak hanya Idawati, ayah korban Sulimin (44) juga menangis melihat kedatangan jenazah anaknya yang diduga di bunuh oleh rekan nya sendiri saat bekerja di Negeri Jiran, Malaysia.

Meskipun saat itu kondisi hujan sangat deras, Kedatangan jenajah Rianto dari Malayasia ini disambut langsung oleh pihak keluarga korban, Kepala Disperindagnaker Mempawah, Yusri, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mempawah, Iswandi, Plt Kades Sepang, Joni, Dinas Sosial Mempawah, BP3TKI Pontianak.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Paman korban Asdi (35) bersryukur jenazah keluarganya bisa pulang ke Kampung halaman. "Saya  bersyukur jenazah Rianto bisa pulang ke kampung halaman," ujarAsdi. Ia juga berterimakasih kepada semua pihak, yang telah membantu proses kepulangan jenazah.

"Terimakasih apda SBMI, Dinas Sosial, Pemerintah Mempawah, dan semua pihak yang telah membantu kepulangan jenazah," tegasnya.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.