Agen TKI Gadungan, Ribuan Jadi Korban Perdagangan Orang ke Timur Tengah



Bareskrim Polri menangkap delapan orang yang menjadi tersangka perdagangan orang berkedok perekrutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Rencananya para korban akan dikirim ke kawasan Timur Tengah untuk bekerja.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menurut Brigjen Dedi Prasetyo, Divisi Humas Polri, korban penipuan tersebut berjumlah “lebih dari seribu orang.” Dedi mengatakan: “Ada empat negara yang jadi tujuan dan kasus ini bakal terus dikembangkan terus.”

Pihak kepolisian mengatakan setiap jaringan negara yang dituju memiliki person in charge atau penanggung jawab masing-masing. Untuk jaringan Arab Saudi ada dua tersangka yang ditangkap yakni Neneng Susilawati binti Tapelson, Abdalla Ibrahim Abdalla alias Abdullah yang merupakan warga negara asing, dan Faisal Hussein Saeed alias Faizal yang juga merupakan WNA.

Lalu untuk jaringan Maroko ada dua pelaku yang ditangkap yakni Mutiara binti Muhammad Abas dan Farhan bin Abuyarman. Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan dua tersangka yang mengurusi jaringan Maroko.

Dua tersangka jaringan Maroko tercatat memberangkatkan 500 TKI secara ilegal. Kebanyakan korban berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Selain jaringan Maroko dan Arab Saudi, ada pula jaringan Turki yang mengirim 220 TKI ilegal.  Jaringan Arab Saudi sendiri mengirimkan sebanyak 200 orang TKI ilegal.

Para korban dijanjikan mendapatkan gaji senilai Rp 7 juta perbulan. Namun alih-alih mendapatkan haknya, para pekerja yang sudah terlanjur dikirim malah mendapatkan perlakuan tidak senonoh. “Tapi jika satu minggu tidak bekerja karena sakit, tidak digaji dan korbannya ada yang mendapatkan pelecehan seksual,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak seperti dilansir dari CNN Indonesia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Delapan orang tersangka bakal dijerat dengan Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu tersangka juga bakal terjerat hukuman 10 tahun penjara berdasarkan Pasal 81 UU Nomor 18 tahun 2017 tetnang Perlindungan Pekerja Migran.

Sumber:winnetnews

No comments

Powered by Blogger.