Alasan Rindu Pacar Tak Terbendung, Daryati Bunuh Majikan di Singapura Padahal Baru Sebulan Kerja

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Entah apa yang dipikirkan seorang Tenaga Kerja Wanita atau TKW yang tega membunuh majikan di Singapura. Padahal TKW itu baru sebulan kerja, dan tega membunuh majikan di Singapura.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kasus TKW tega membunuh majikan di Singapura menjadi viral dan menyita perhatian di negara tersebut.

Anehnya, pembantu ini membunuh majikannya karena alasan sepele, rindu dengan kekasihnya yang berada di Hong Kong.

Dilansir TribunBatam.id (Tribunjambi Network) dari The Straits Times Singapore, pembantu bernama Daryati (26) ini dinyatakan bersalah karena telah membunuh majikannya bernama Nyonya Seow Kim Choo yang beralamat di Telok Kurau.

Namun, sebulan kerja, Daryati mengaku sangat rindu ingin pulang kampung dan kekasihnya di Hong Kong.

Karena sudah terikat kontrak kerja, Daryati tentu tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja.

Lalu, terbersitlah rencana untuk membunuh majikan agar bisa mendcuri paspornya yang disimpan di brankas majikan untuk kabur dari rumah tersebut.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Singapore, Selasa (23/4/2019), jaksa menyebutkan, pembantu tersebut juga ingin mengambil uang milik majikannya di laci yang terkunci.

Daryati menghadapi hukuman mati karena menikam Ny Seow Kim Choo pada 7 Juni 2016 secara sadis.

Menurut jaksa, wanita berusia 59 tahun itu tewas dengan 98 luka akibat pisau, sebagian besar luka berada di kepala dan lehernya.

Daryati adalah pembantu rumah tangga asing pertama yang diadili karena pembunuhan setelah kasus Flor Contemplacion Filipina yang digantung tahun 1995.

Kasus itu adalah pembantu membunuh sesama pembantu rumah tangga dan anaknya yang berusia empat tahun.

Dalam kasus Daryati, jaksa mengutip kata-katanya sendiri yang telah ditulisnya dalam buku hariannya.

"Saya harus melaksanakan rencana ini dengan cepat. Saya harus berani walaupun hidup dipertaruhkan. Saya siap menghadapi semua risiko. Apa pun risikonya, saya harus siap menerimanya. Saya harap bahwa rencana ini berhasil dan berjalan dengan lancar.

"Keluarga majikanku adalah target kematianku!!!"

Wakil Jaksa Penuntut Umum Wong Kok Weng mengatakan bahwa kata-kata mengerikan ini sebenarnya merupakan pengakuan "ex-ante" pembunuhan "brutal dan berdarah dingin" yang akhirnya akan ia lakukan.

jaksa mengungkapkan hasil pemeriksaan polisi bahwa Daryati mengakui perbuatannya, antara lain, memotong leher Nyonya Seow dan menikamnya berkali-kali.

Kronologi Pembunuhan

Nyonya Seow tinggal di rumah tiga lantai dengan suaminya, dua putra dewasa, menantu perempuan lainnya dan dua cucu.

Daryati mulai bekerja untuk keluarga pada 13 April 2016.

Paspornya disimpan di brankas di kamar tidur utama dan hanya Nyonya Seow dan suaminya, Tuan Ong Thiam Soon, yang memiliki kunci.

Madam Seow juga memegang kunci laci di lantai pertama, tempat menyimpan uang tunai.

Daryati kemudian menyusun rencana untuk membunuh Nyonya Seow pada 12 Mei sehingga ia dapat mengambil paspor, mencuri uang, lalu kembali ke Indonesia.

Daryati mengajak rekan pembantunya yang lain untuk membantu niatnya itu, tetapi tidak ikut kabur dari rumah tersebut.

Kepada Hayati, Daryati hanya menjanjikan akan memberinya uang saat ia datang berkunjung ke Singapore.

Pembantu lain yang juga asal Indonesia bernama Don Hayati (27) hanya diminta untuk mengalihkan perhatian Tuan Ong.

Setelah itu mematikan sirkuit TV dan listrik, sehingga ia bisa mencuri uang dan melarikan diri.

Dia juga memberi tahu Hayati untuk mengingatkannya jika saudara lelaki Nyonya Seow datang ke rumah.

Dalam buku hariannya pada tanggal 2 Juni, Daryati menggambar peta rumah, merencanakan jalan yang akan diambilnya untuk mendapatkan paspor dan rute pelariannya.

Pada hari-hari sebelum dia menikam Nyonya Seow, yang kemudian dia gambarkan kepada polisi sebagai "orang yang sangat baik", Daryati menyembunyikan senjata di lantai dua rumah tiga lantai itu.

Dia menyembunyikan pisau di bilik lemari pakaian utama, palu di meja belajar di lantai dua, dan pisau pendek di keranjang di bawah wastafel toilet kamar tidur utama.

Pisau-pisau itu dimaksudkan untuk digunakan untuk menyerang Nyonya Seow dan palu untuk memukul menantu majikannya tersebut yang bernama Rowena Yeo, jika dia turun dari lantai tiga.

Pada 7 Juni, Daryati melaksanakan rencana itu setelah saudara lelaki Nyonya Seow datang dan menghitung uang tunai di lantai pertama.

Setelah Nyonya Yeo dan dua anaknya naik ke lantai tiga, saudara lelaki Ny Seow dan kedua putranya meninggalkan rumah.

Daryati pergi ke kamar tidur utama dengan sepasang celana panjang yang dia setrika untuk Nyonya Seow serta sebilah pisau di balik bajunya.

Dalam perjalanannya ke lantai atas, dia mengingatkan Hayati untuk menjaga di bawah.

Setelah menyerahkan celana panjang Nyonya Seow, Daryati mengeluarkan pisau dan menganfcam majikannya untuk mengrembalikan paspornya.

Ketika Nyonya Seow berteriak, Daryati menyeret majikannya ke toilet, menutup pintu dan berulang kali menebas dan menusuk leher, kepala, dan wajahnya hingga wanita tua itu roboh di lantai.

Untuk memastikan Nyonya Seow meninggal, Daryati mengambil pisau pendek yang dia sembunyikan di bawah bak cuci, berjongkok dan berulang kali menusuk leher majikannya sampai tidak bergerak lagi.

"Terdakwa jelas-jelas berniat menyebabkan kematian almarhum oleh serangan ganasnya," kata jaksa.

Tak lama kemudian, Tuan Ong masuk kamar tidur utama dan memanggil istrinya.

Karena tidak ada jawaban, dia menjadi khawatir dan menggunakan obeng untuk membuka pintu toilet.

Ketika pintu terbuka, Daryati menyerang Tuan Ong dengan menusuk lehernya.

Pria ini berhasil mengelak. Tetapi ketika kembali untuk memeriksa Nyonya Seow, Daryati mengambil pisau dan menikam lehernya untuk kedua kalinya.

Upayanya gagal karena Tuan Ong berhasil melumpuhkannya dan menahan Daryati, kemudian mengikat tangannya dengan kabel.

Ong kemudian menyeret Daryati ke gerbang utama rumah mereka dan meminta tolong tiga orang yang kebetulan lewat untuk membantu menahan Daryati agar tidak kabur.

Ong kemudian kembali ke rumah untuk memeriksa istrinya dan menantu mereka, Ny Yeo kemudian memanggil ambulans sekitar pukul 20.50 malam waktu setempat.

Paramedis menyatakan Nyonya Seow meninggal sekitar pukul 21.05. Sebuah laporan otopsi menyatakan bahwa dia meninggal karena beberapa luka irisan dan tusukan pada kepala dan leher.

Sebuah laporan psikiatris mengatakan Daryati tidak mengalami kelainan mental besar yang akan mengurangi tanggung jawabnya atas tindakannya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Selain dakwaan membunuh Ny Seow, Daryati yang mendapat pembelaan oleh pengacara Mohd Muzammil Mohd, juga menghadapi dakwaan kedua percobaan pembunuhan terhadap Tuan Ong, tetapi hal itu ditangguhkan,

Rekannya Hayati juga dipastikan akan mendapat dakwaan karena diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut, namun belum diketahui persidangannya.

Sumber: tribunnews

No comments

Powered by Blogger.