Gadis 18 Tahun Tega Mutilasi Lalu Makan Alat Vital Adik Laki-lakinya, Diduga untuk Ritual Pemuja Setan





    Seorang gadis remaja di Brasil tega menyiksa saudara laki-lakinya hingga tewas sebelum memakan organ vitalnya.

Dilansir dari Daily Mail pada Senin (8/4/2019), Karina Roque (18) mengaku telah membunuh dan memutilasi bagian tubuh adik laki-lakinya sendiri, Maycon Roque (5).

Polisi sedang menyelidiki kemungkinan bahwa kejahatan itu terkait dengan ritual ilmu hitam karena mayat itu ditemukan di lantai dikelilingi oleh beberapa lilin.

Ibu kedua anak itu yang tidak disebutkan namanya, menemukan tubuh Maycon Roque dalam keadaan mengerikan pada Kamis malam waktu setempat setelah seorang kerabat masuk ke rumahnya di Sao Roque, Brasil tenggara.

Saat itu, Karina Roque berdiri di samping jasad adiknya.

Detektif mengatakan mayat korban ditemukan dengan luka aneh. 

Sebagian kepalanya dipenggal, ada luka pisau di pergelangan tangannya, kedua bola matanya telah ditusuk, serta kakinya telah terbakar.

Karina kemudian mengaku bahwa dia 'memotong organ genital adiknya dan memakannya.'

Saat itu, Karina Roque berdiri di samping jasad adiknya.

Detektif mengatakan mayat korban ditemukan dengan luka aneh. 

Sebagian kepalanya dipenggal, ada luka pisau di pergelangan tangannya, kedua bola matanya telah ditusuk, serta kakinya telah terbakar.

Karina kemudian mengaku bahwa dia 'memotong organ genital adiknya dan memakannya.'

Menurut polisi, saat peristiwa pembunuhan itu terjadi, ibu kedua anak itu pergi berbelanja, meninggalkan anak laki-lakinya yang masih kecil bersama kakaknya..

Polisi mengatakan Karina membekap Maycon dengan bantal hingga tewas kemudian memotong dan memakan penisnya.

Ketika ibu mereka kembali beberapa jam kemudian, ia mendapati pintu depan rumahnya terkunci.

Media lokal melaporkan bahwa Karina menolak untuk membiarkan ibunya masuk, dan membuat wanita itu menjemput saudara iparnya untuk mendobrak pintu rumahnya. 

Pemandangan yang dilihatnya ketika pintu berhasil dibuka begitu mengerikan sehingga sang ibu jatuh pingsan.

Detektif Anderson Goes mengatakan Karina mencoba melarikan diri ketika paman dan kerabat lain berusaha menahannya.

"Mereka berusaha mencegahnya berlari tetapi dia tampaknya menjadi sangat agresif dan mulai melemparkan benda-benda.

Pamannya dipukul dan terluka oleh batu dan dia menggigit anjing keluarga yang menyerangnya saat dia ditahan oleh kerabat," kata Detektif Goes.

Polisi mengatakan Karina akhirnya mengaku telah membunuh adiknya.

Gadis itu mengaku telah membujuk adiknya ke kamarnya dengan berpura-pura mengajaknya bermain, lalu ia membekap adik laki-lakinya itu dengan bantal.

Pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa anak laki-laki itu sudah tak bernyawa sebelum tubuhnya dilukai dan dimutilasi dengan brutal.

Penyelidik forensik dilaporkan menemukan ponsel yang terbakar, kartu memori, pisau lipat, dan sejumlah kecil ganja di rumah.

Detektif Goes mengatakan pihaknya masih menyelidiki keterlibatan gadis itu dengan kelompok pemuja setan atau ilmu hitam.

"Kami percaya ponsel itu milik tersangka dan sengaja dirusak olehnya untuk menghancurkan bukti kontak.

Kami sedang menyelidiki apakah anak itu terbunuh dalam semacam ritual pemujaan setan. Kami ingin tahu apakah terdakwa memiliki jaringan sosial dengan sekelompok setan atau praktisi ilmu hitam dan apakah ia didorong atau dihasut oleh seseorang untuk melakukan kejahatan," ungkap Detetktif Goes.

Selain itu, akan dilakukan tes pada Karina untuk mengetahui apakah dia mengonsumsi ganja.

"Dia juga akan menjalani tes untuk melihat apakah dia di bawah pengaruh obat-obatan."

Sementara itu, anggota keluarga mengatakan pada polisi bahwa Karina merupakan anak yang pendiam dan tidak pernah bermasalah, bahkan mereka mengatakan Karina selalu menjaga adiknya.

Tersangka telah didakwa dengan pembunuhan dan percobaan pembunuhan pamannya.

Saat ini Karina ditahan di sel di Penjara Wanita Votorantim di Sao Paulo.

Tubuh korban telah dimakamkan pada Jumat pagi.

Saat ini pihak keluarga tidak ada yang ingin diidentifikasi dan belum mengomentari peristiwa tragis tersebut. 

Sumber : grid

No comments

Powered by Blogger.