Seorang WNI Dipenjara di Malaysia Atas Rencana Penculikan Mantan PM Najib Razak



     Dua mantan tentara Malaysia dan seorang warga negara Indonesia (WNI) dijebloskan ke penjara atas tuduhan mempromosikan terorisme, termasuk rencana untuk menculik perdana menteri (PM) Malaysia saat itu, Najib Razak dan menteri-menteri kabinet lainnya.



Kantor berita Bernama melaporkan, kedua warga negara Malaysia, Nor Azmi Jailani dan Mohd Yusri Mohamed Yusof, keduanya berusia 32 tahun, masing-masing dipenjara selama delapan tahun. Sementara Ali Saifuddin, seorang teknisi berusia 31 tahun asal Indonesia yang memiliki status penduduk tetap di Malaysia, divonis 12 tahun penjara.



Panel beranggotakan tiga hakim menyatakan mereka bersalah dengan hukuman yang dihitung dari tanggal penangkapan mereka, pada April 2015. Demikian dilansir Straits Times, Selasa (16/4/2019).

Berdasarkan bukti pengadilan, ketiga pria itu berpartisipasi dalam diskusi dengan seorang putra mantan militan kelompok ISIS untuk menculik empat mantan menteri termasuk Najib, sebagai pertukaran bagi tersangka teroris yang ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan Malaysia.

Nama-nama mantan menteri lain yang mungkin menjadi korban penculikan adalah mantan wakil perdana menteri Ahmad Zahid Hamidi, mantan menteri pertahanan Hishammuddin Hussein dan mantan menteri pemuda Khairy Jamaluddin.

Abu Daud Murad Halimmuddin, putra mantan militan ISIS yang terlibat dalam rencana itu menjalani hukuman penjara 12 tahun atas tuduhan berkonspirasi untuk mempromosikan terorisme, sementara ayahnya, Murad Halimmuddin Hassan, dipenjara selama 18 tahun.

Murad dilaporkan telah meninggal dunia karena penyakit jantung pada 2017.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.