Wanita Dikritik Karena Gaun Pengantinnya Dianggap Mirip Pembalut Berdarah



      Kebanyakan wanita memilih gaun pengantin warna putih untuk tampil 'suci' di hari pernikahan. Tapi belakangan semakin banyak calon mempelai yang mengambil warna-warna tak konvensional, seperti pink bahkan hitam. Wanita ini adalah salah satunya. Alih-alih memakai gaun putih tradisional, ia memilih yang hadir dengan sentuhan ombre di bagian bawah. Sayangnya, banyak orang menganggap busana itu mirip pembalut bernoda darah.



Seorang calon pengantin wanita membagikan gaun yang akan dipakai di hari pernikahannya. Niat awal wanita itu mungkin ingin berbagai kebahagian tapi sayangnya gaun pengantin tersebut malah bahan cemooh karena dianggap mirip tampon. Foto itu pun dibagikan di sebuah halaman Facebook dan jadi perbincangan yang kini viral.



"Apakah aku satu-satunya orang yang berpikir (ini terlihat seperti) tampon?" kata seorang wanita yang membagikan foto tersebut. Beberapa orang pun mengaku setuju dengan wanita itu dan menulis jika memang ada yang salah dengan pemilihan warnanya. 

"Mungkin dia tahu dia akan menstruasi ketika hari pernikahan dan tidak ingin ada kesempatan untuk merusak gaunnya," kata netizen lain. "Aku tidak melihatnya (terlihat seperti tampon) sampai aku membaca tulisannya dan sekarang itu yang aku lihat," tambah yang lain. "Beberapa dress dip dye terlihat bagus. Ini bukan salah satu di antaranya," tulis seorang pengguna Facebook.

Meski begitu, banyak juga membela gaun pengantin tersebut dan mengatakan jika busana itu tak terlalu buruk. Seorang netizen mengatakan jika sentuhan warna ungu di bagian bawah membuat dress tersebut tidak terlalu seperti pembalut. Beberapa juga mengatakan menyukainya. "Mungkin dengan pencahayaan berbeda dan sudut berbeda akan terlihat lebih baik," kata yang lain. 

Baju putih dengan sentuhanombre bernuansa merah memang sering dikatakan mirip noda darah menstruasi. Sebelumnya beberapa orang pernah mengritik bikini keluaran Marks and Spencer dengan tampilan serupa.


Sumber :wollipop

No comments

Powered by Blogger.