Bahaya yang Mengintai dari Tato



     Infeksi dan alergi adalah salah dua risiko yang besar kemungkinan bakal menimpa orang-orang yang baru bikin tato.



Hal ini terungkap setelah peneliti dari Jerman dan Prancis melakukan sebuah penelitian, dengan melihat hasil autopsi empat orang pengguna tato.



Hasil temuan yang dituangkan ke dalam jurnal Scientific Report menyebut bahwa partikel beracun dari tinta tato yang bisa menembus kulit dan menyebar ke seluruh tubuh menjadi dalangnya, seperti dikutip dari situs Health pada Senin, 27 Mei 2019.

Penggunaan teknologi sinar x fluorescent berhasil membantu para peneliti mengidentifikasi nano-partikel titanium dioksida di kelenjar getah bening individu tersebut. 

Kelenjar getah bening merpakan bagian dari sistem pembuluh limfatik yang berperan menghilangkan dan menyaring racun dari tubuh.

Para peneliti mengatakan bahwa kelenjar getah bening memang pasti akan menarik beberapa partikel tinta tato. Terbukti, para peneliti juga menemukan bahwa kelenjar getah bening empat orang pemilik tato itu membesar.

Penemuan Lanjutan

Penemuan baru ini dinilai sangat sulit. Nanopartikel yang ditemukan dalam kelenjar getah bening yang berukuran sangat kecil memiliki reaksi berbeda pada masing-masing tubuh sehingga menimbulkan ancaman kesehatan yang berbeda pula.

Bahkan, meskipun tidak dalam bentuk nanopartikel, tinta tato yang mengandung titanium dioksida, khususnya pigmen putih, memiliki kaitan dengan beberapa masalah seperti penyembuhan luka yang lama, kulit mengelupas, dan gatal. 

Penelitian ini memang tidak memberikan bukti jelas tentang kaitan kesehatan mengenai penggunaan tato. Namun, penelitian ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa pigmen skala nanopartikel, yang sebagian terbuat dari elemen beracun dapat berakumulasi dan menyebar dalam tubuh.

Peneliti juga menekankan dampak kronis pada kesehatan seperti kanker tetapi sulit dikaitkan dengan tato karena waktu kemunculannya setelah beberapa tahun paparan. Penelitian lebih lanjut jelas diperlukan untuk menemukan implikasi sebenarnya dari penemuan ini.

"Untuk saat ini, jika Anda berpikir untuk membuat tato, ketahuilah bahwa banyak pertanyaan yang tidak dapat ditemukan jawabannya," kata peneliti utama German Federal Institute for Risk Assessment Ines Schreiver.

Regulasi Permasalahan Tinta Tato

Ines Schreiver mengatakan penting untuk diketahui bahwa tidak banyak regulasi yang mengatur permasalahan tinta tato. Seseorang tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa tinta tato aman secara general.

"Kandungan bahan-bahan yang tidak pernah diizinkan untuk injeksi dimasukkan ke dalam kulit dan hingga saat ini terdapat kekurangan data untuk menjelaskan efek samping seperti alergi dan pembentukan granuloma," kata Ines Shreiver.

Dia juga mengatakan bahwa kemungkinan ada risiko lebih berbahaya yang ditimbulkan dari tato. Orang-orang harus menyadari kemungkinan risiko yang mungkin dapat ditimbulkan dari tato dibandingkan hanya berasumsi mengenai hal tersebut.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.