Kerupuk Racikan Ibu Penyapu Jalan 'Terbang' ke China


Siang itu Fitriah (41) bersama suami dan anggota keluarga lain sedang sibuk menjemur kamplang setelah terlebih dahulu diulenin dan dipotong-potong. Sembari menata jemuran kamplang, dilansir dari detikFinance, ibu 4 anak ini mengatakan sudah berdagang kampang atau kerupuk ikan selama 4 tahun.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Buatnya ini dari macam-macam ikan, sagu, tapioka, vetsin, garam. Lalu dijemur dan dijual mentah. Resepnya turun temurun," kata Fitriah membuka percakapan di Labuha, Pulau Bacan.

Fitriah mengatakan bahwa dari penjualan kamplang ini dia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Apalagi kamplang yang dia jual bisa mencapai 10 kg per hari dengan harga Rp 100 ribu per kilo.

"Saya ini cuma penyapu jalan di SMA 1. Kerja ini dulu baru sore menyapu. Uang dari menyapu bisa dapat sejuta saja per bulan," cerita dia lagi sembari menyajikan kamplang buatannya.

Dia pun bangga bisa berjualan kamplang yang renyah dan kaya rasa ikan ini. Pasalnya kamplang yang dibuat ternyata sudah sampai ke China.

"Ada orang Kementerian Perdagangan. Itu orang bawa saja 20 bungkus ke China buat dipamerkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi dari 2006," lanjut Fitriah.

Kendati belum ada respons lanjutan dari kementerian tersebut, Fitriah tetap tak mau putus asa. Dia mulai memperluas pasarnya.

"Rencananya jual ke Ternate ada juga ada yang kirim ke Jakarta saudara ipar ada jual ke sana," kata adik Fitriah, Lutfi.


Dia pun tetap konsisten memakai jenis ikan berkualitas seperti lamadang, tuna, dan tenggiri yang dia dapatkan dari memancing sendiri atau membeli dari pasar. Sebab jika memakai ikan yang lain kualitas rasa dianggap Fitriah bisa menurun.

Selain menjaga rasa, demi memuluskan rencananya untuk memasarkan produknya lebih jauh dan memproduksi kamplang lebih banyak.

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.