Kisah Rina Kartina dan Diansyah Sukmana Mengembangkan Bsnis Tatuis Mukena

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bisa langsung mendapatkan pekerjaan di perusahaan mapan setelah lulus kuliah menjadi harapan banyak orang. Hal itu juga yang diharapkan oleh Rina Kartina setelah menyelesaikan kuliahnya di Ohio State University, Amerika Serikat. Ia kembali ke Tanah Air dengan harapan bisa bekerja di perusahaan bergengsi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Namun, keinginan Rina tersebut tidak sejalan dengan orangtuanya. Lahir dan besar di keluarga pengusaha, membuat orangtuanya berharap agar anak-anaknya juga memiliki bisnis sendiri.

"Saya ingin bekerja, tapi malah dimarahi orangtua. Orang tua menyuruh saya buka usaha, dan pergi ke pasar buat mencari ide bisnis," ungkap Rina dilansir dari kontan beberapa waktu lalu di pusat produksi Tatuis Mukena, Cibinong, Jawa Barat.

Atas saran dan nasihat orangtua, Rina pun memutuskan terjun ke dunia bisnis. Saat awal berbisnis, ia menjual aneka kebutuhan rumah tangga, seperti seprai, sarung bantal, sajadah, dan beberapa peralatan dapur.

"Saya tidak langsung produksi mukena waktu itu. Awal-awal, saya jualan aneka barang yang ada di pasar. Ambil barang di pasar, lalu saya jual lagi. Teryata berdagang itu susah juga ya," tuturnya.

Setelah beberapa kali berganti produk yang dijual, Rina mendapatkan ide baru dari sepupunya, Diansyah Sukmana atau yang akrab disapa Dion untuk berbisnis mukena dan sajadah. Dengan modal sekitar Rp 14 juta, akhirnya dua bersaudara ini sepakat fokus menggarap bisnis mukena dan sajadah di tahun 2007 dengan merek Tatuis Mukena.

Awalnya, bisnis mereka hanya memproduksi sajadah karena mudah membuatnya. Lalu beberapa bulan kemudian karena melihat permintaan pasar, keduanya produksi mukena. "Dan malah sampai saat ini lebih banyak produksi mukenanya," jelas Rina.

Rina menjelaskan, selama dua tahun pertama, proses produksi Tatuis Mukena berlangsung di sebuah garasi rumah. Siapa sangka jika setelah dua belas tahun berjalan, bisnis mukena dan sajadah tersebut berkembang sangat pesat.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kini, Tatuis Mukena berhasil menjadi merek mukena premium di Indonesia. Harga aneka produk Tatuis Mukena dibanderol mulai Rp 200.000 hingga Rp 1,7 juta per buah. Kapasitas produksinya kini mencapai 10.000–15.000 buah mukena per bulan, dengan penyerapan pasar sekitar 70%–90%.

Beberapa e-commerce fashion ternama seperti Zalora dan Berrybenka juga berhasil ditembus Tatuis Mukena sebagai wadah penjualan. Selain itu, Tatuis Mukena juga memiliki 20 distributor yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Kini keduanya telah membeli lahan di Cibinong, Jawa Barat sebagai pusat produksi dan pemasaran.


Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.