Nawal Lubis Berharap Jumlah TKI Berkurang

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nawal Edy Rahmayadi berharap jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke Luar Negeri (LN), khususnya para kaum ibu bisa berkurang. Selain berisiko, masih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian keluarga di dalam negeri.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Para Ibu, dari pada harus meninggalkan keluarga, khususnya anak, lebih baik bekerja di sini. Lewat industri rumahan misalnya. Para Ibu ayo aktif ikuti program-program yang digelar PKK atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)," kata Nawal pada Acara Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok Bina Keluarga (BK) TKI, di Aula Kantor Camat, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Minggu (26/5).

Nawal tidak memungkiri bahwa rata-rata penghasilan bekerja di LN memang menggiurkan. Namun, ada banyak risiko pula yang harus ditanggung. Di antaranya keselamatan diri saat memiliki tuan rumah yang kasar, serta harus mengorbankan keluarga.

"Memang tidak sedikit yang pulang dan berhasil saat menjadi TKI, tetapi untuk para ibu, tolonglah lihat anak kita. Anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa kita, jangan sampai mereka kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua sejak kecil," kata Nawal, yang didampingi Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela.

Para ibu, kata Nawal, memiliki peran yang sangat besar untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan berkualitas. Menurutnya, apabila kondisi tiap-tiap keluarga berkualitas, maka akan lebih mudah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Untuk itu, Nawal menitipkan harapan besar kepada TP PKK dan Dinas PPPA di setiap daerah Sumut untuk aktif mengawal keberadaan dan menjawab kebutuhan para Ibu.

"Untuk ibu-ibu di Kecamatan Sawit Seberang ini, Ketua PKK Kecamatan dan Kabupaten ini adalah ibu kalian. Apa saja permasalahan dan kebutuhan kalian, silahkan sampaikan, mudah-mudahan pasti dibantu. Kepada ibu-ibu Ketua PKK ini juga, tolong proaktif menjangkau dan lebih dekat dengan masyarakat kita," ucapnya.

Nawal percaya kekuatan suatu daerah itu terletak pada desa. Saat desa bisa ditata dengan baik, maka tidak perlu ada masyarakat yang harus pindah ke kota atau bahkan mengadu nasib ke LN.

"Kuncinya ya kita peduli terhadap satu sama lain, aparat desa pemerintah daerah peduli dengan masyarakatnya, dan masyarakat juga berkomunikasi dengan aparat desa," tuturnya.

Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela mengatakan, pihaknya selalu aktif menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi bagi kelompok keluarga TKI.

"Kita aktif lakukan pembinaan pada kabupaten/kota, khususnya untuk kaum perempuan, agar menyadarkan mereka terkait dampak-dampak saat memilih menjadi TKI. Kemudian, kita juga lakukan pelatihan-pelatihan yang berpotensi meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan perempuan," jelas Nurlela.

Terkait keinginan masyarakat Sawit Seberang yang banyak memilih untuk menjadi TKI, Camat Sawit Seberang, M Suhaimi menjelaskan, hal ini erat kaitannya dengan lahan di wilayah tersebut yang didominasi oleh perkebunan sawit.

"Selain berkebun, banyak yang merasa tidak punya pilihan lagi dan memilih jadi TKI, Bu," katanya.

Saat ini, kata Suhaimi, terdapat 75 orang purna TKI di kecamatan tersebut, 20 yang sedang menjadi TKI, dan 15 yang akan berangkat.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Mudah-mudahan Bu, dengan arahan yang telah Ibu sampaikan tadi, kami akan berusaha untuk bersinergi, membantu mencari solusi untuk masalah ini. Sehingga, khususnya para Ibu tidak perlu harus mengadu nasib ke LN," ujarnya.

Dalam acara Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok BK TKI, Nawal mengajak para purna TKI, calon TKI, dan keluarga TKI berdialog. Salah satunya tentang alasan memilih menjadi TKI, dimana dominan masyarakat menyebutkan karena penghasilan bekerja di LN menggiurkan.

Sumber:analisadaily

No comments

Powered by Blogger.