Seorang Wanita di Kaohsiung Viral di Media Sosial

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang wanita di Kaohsiung merusak rumah pada hari Kamis (9 Mei) setelah sebuah video muncul di media sosial menunjukkan tanpa ampun dia memukuli seekor anjing liar dengan sapu.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pada hari Rabu (8 Mei), seorang wanita bermarga Huang (黃) yang tinggal di Distrik Linyuan Kaohsiung mengeluh kepada tetangganya, seorang wanita yang bermarga Kuo (郭), bahwa anjingnya telah merusak tanaman potnya dan menuntut kompensasi. Namun, Kuo membantah bahwa dia adalah pemilik anjing itu dan enggan menawarkan pembayaran apa pun.

Dengan marah, Huang mengambil sapu dan memukuli anjing itu dengan kejam. Kuo merekam video pemukulan dan mengunggahnya ke grup Facebook Taiwan Baoyuan Commune (爆 怨 公社), di mana ia dengan cepat menarik kemarahan pecinta anjing yang marah.

Kantor Perlindungan Hewan Kota Kaohsiung disiarkan video pada hari Kamis (9 Mei) dan membawa Huang dan Kuo ke Kantor Polisi Daerah Linyuan untuk diinterogasi. Setelah penyelidikan awal, polisi percaya bahwa Huang melanggar Undang-Undang Perlindungan Hewan (動 保 法).


Namun, dalam kasus Kuo, karena dia mengaku tidak menjadi pemilik anjing, dia tidak melakukan pelanggaran pidana. Polisi mengatakan bahwa jika Huang meminta kompensasi dari Kuo, dia harus mengajukan gugatan perdata.

Ketika keduanya diinterogasi oleh polisi, sekelompok kira-kira lima pria dan wanita turun ke rumah Huang dan melemparkan telur, menghancurkan jendela, membalikkan skuter, membuang pot tanaman, dan menyemprotkan kata Cina "f ***" di pintu dengan cat semprot hijau, lapor UDN. Ketika Huang menerima kabar bahwa rumahnya sedang diserang, dia segera bergegas pulang.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Ketika dia tiba di tempat kejadian, dia menjadi marah oleh kekacauan di depan rumahnya. Dia kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Pada hari Jumat (10 Mei), polisi mengatakan bahwa rekaman kamera pengintai menunjukkan sekelompok besar orang mengendarai mobil ke rumah Huang untuk membalas dendam. Mereka mengatakan saat ini sedang melacak gerakan mereka untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam aksi vandalisme.

Sumber:taiwannews 


No comments

Powered by Blogger.