Tiga WN Prancis yang Bergabung dengan ISIS Dijatuhi Hukuman Mati di Irak



    Tiga warga negara Prancis yang diduga bergabung dengan kelompok ISIS pada Minggu 26 Mei 2019 dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Irak. Tiga terdakwa itu termasuk di antara ribuan orang yang diduga anggota ISIS dan ditangkap di Suriah, serta belum lama ini dipindahkan ke Irak, menyusul ambruknya "kekhalifahan" ISIS di Irak dan Suriah.



Kantor berita AFP melaporkan, tiga warga Prancis yang dijatuhi hukuman mati adalah Kevin Gonot, Leonard Lopez, dan Salim Machou.



Pejabat pengadilan mengatakan ini adalah untuk pertama kalinya pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada warga Prancis yang bergabung dengan ISIS. Ketiganya diberi waktu 30 hari untuk mengajukan banding.

Pengadilan tersebut sudah menangani ratusan anggota ISIS yang berasal dari berbagai negara, banyak di antaranya yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau divonis hukuman mati. Namun, diyakini sejauh ini belum ada yang dieksekusi.

Para pegiat hak asasi manusia mengecam pengadilan tersebut yang mereka katakan tidak didasarkan pada bukti-bukti yang kuat atau pengakuan yang dipakai sebagai alat bukti di pengadilan didapat "melalui penyiksaan".

Sumber di Pemerintah Irak kepada kantor berita AFP mengatakan Baghdad bersedia mengadili semua petempur asing yang ditahan Pasukan Demokratik Suriah dengan imbalan jutaan dolar.

Selain mengadili warga asing, Irak juga mengadili warga mereka sendiri, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan dakwaan bergabung dengan ISIS.

Sejauh ini jumlah warga Irak yang diadili sekira 900 orang setelah mereka dipulangkan dari Suriah.

Data yang dikumpulkan lembaga hak asasi manusia, Amnesty Internasional, menyebutkan bahwa Irak termasuk negara yang "paling sering mengeluarkan hukuman mati".

Dalam periode 2017 hingga 2018, kata pihak Amnesty, pengadilan di Irak setidaknya mengeluarkan 271 hukuman mati.

Para pengamat juga memperingatkan bahwa penjara di Irak pada masa lalu "dimanfaatkan sebagai ladang perekrutan kelompok-kelompok militan".

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.