Fakta Kasus Pria Ancam Bunuh Jokowi, Ternyata Diserahkan Keluarga ke Polisi



     Muhammad Fahri, pria yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo dalam video yang viral di media sosial, kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. 



Namun, ternyata Fahri tidak ditangkap di Jakarta. Dia ditahan pertama kali di Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palu AKP Kristian Holmes Saragih bercerita bahwa Fahri juga tidak ditangkap seperti pemberitaan sebelumnya.



Dia menegaskan bahwa Fahri tidak ditangkap oleh polisi, melainkan diserahkan oleh pihak keluarga. 

"Mendengar informasi bahwa Fahri dicari oleh pihak kepolisian (Polda Metro Jaya), maka selanjutnya pihak keluarga besar Al Khairat melalui Habib Husein mempercayakan dan menyerahkan Fahri ke Satreskrim Polres Palu yang selanjutnya diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya," kata AKP Kristian Holmes Saragih di Mapolres Palu, Rabu (12/6/2019).

Holmes menuturkan, penyerahan Fahri ke Satres Polres Palu oleh keluarga besar Al Khairat sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum. 

"Penyerahan Fahri oleh keluarga besar Al Khairat yang diwakili Habib Husein, mendukung penegak hukum dan untuk kepentingan proses hukum yang ada," ungkapnya. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Poso itu menambahkan, mewakili keluarga besar Al Khairat, Habib Husein juga mendampingi Fahri sampai ke Markas Polda Metro Jaya di Jakarta. 

"Ini perlu diluruskan karena di pemberitaan ditangkap oleh polisi. Sementara kebenarannya diserahkan oleh keluarga besar Al Khairat yang diwakili Habib Husein," tandasnya.

Selanjutnya, sambung Holmes, status hukum Fahri tergantung dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya. 
Sebelumnya beredar video berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. 

Kemudian Relawan Joko Widodo melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto tersebut ke pihak polisi.

Sumber :kompas

No comments

Powered by Blogger.