Gadaikan Istri Seharga 250 Juta dan Lakukan Pembunuhan , Pria Asal Lumajang Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara



    Tersangkut Hutang, seorang suami di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tega menggadaikan istrinya sendiri kepada seorang pria lain .



Hori (43) tega menggadaikan Istrinya kepada pria yang diketahui bernama Hartono (40), warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Lumajang.



Sang istri pun terpaksa hidup bersama Hartono selama setahun.
Dikutip dari Suara Jatim , karena menyesal telah menggadaikan istrinya namun tak mempunyai uang untuk mengambil kembali sang istri,Hori lantas menawarkan kepada Hartono untuk mengambil sebidang tanah miliknya, agar sang istri bisa dikembalikan.

Namun, Hartono menolak dan bersikukuh Hori harus mengembalikan utangnya dalam bentuk uang. Ia berpikir, hal itu sebagai cara Hartono untuk terus menguasai sang istri.

Kecewa atas penolakan tersebut, Hori merencanakan pembunuhan. Ia mendatangi Desa Sombo untuk membunuh Hartono.
Namun rencananya tak semulus yang dibayangkan , bukannya membunuh Hartono , Kori malah membunuh orang lain.
Diketahui , Hori telah membunuh pria lain yang diduga bernama Muhammad Toha,yang tinggal didesa yang sama dimana hartono tinggal.
Pembunuhan itu terjadi pada hari Selasa (11 juni 2019) ini.

Sesampainya di kampung itu, Hori melihat lelaki mirip Hartono dan langsung membacoknya. Namun, ia kaget karena setelah lelaki itu bersimbah darah, ternyata bukan Hartono, melainkan Muhammad Toha.

“Awalnya, pelaku meminjam uang kepada Hartono Rp 250 juta dengan jaminan istri Hori digadaikan kepada si pemberi utang. Istri Hori berinisial R (35) diserahkan kepada Hartono sampai dia bisa melunasi utang,” kata Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Muhammad Arsal Sahban dalam keterangan tertulis yang didapat Suara.com, Kamis (13 juni 2019).

“Ya selain kasus pembunuhan, saya juga tak habis pikir mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istri. Ini termasuk degradasi moral yang harus dibenahi. Kami akan mendalami motif sebenarnya,” kata kapolres.

Sementara Kepala Tim Cobra sekaligus Kasat Reskrim Polres Lumajang Ajun Komisaris Hasan Cobra menjelaskan, pelaku kekinian ditahan dan terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Kepada kami, pelaku mengakui hendak membunuh korban tapi salah sasaran. Dia merencanakan pembunuhan agar utangnya terhapus. Pelaku kami jerat memakai Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan terencana dan terancam 20 tahun penjara,” jelasnya.

Sumber :situskartini

No comments

Powered by Blogger.