Haru, Foto Saat Keluarga Tunggu Kedatangan TKI di Bandara




      Ada yang langsung berpelukan, mencium, menangis karena bahagia setelah sekian lama tidak berjumpa dengan keluarga. Gambaran tersebut sangat jelas saat ratusan keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menunggu kedatangan kerabatnya dari Malaysia pulang ke Tanah Air Indonesia.



Sejak pukul 13.00 WIB, para keluarga TKI Malaysia sudah ramai berkumpul memadati Terminal Internasional Bandara Banyuwangi, Minggu (2/6). Ada yang membawa elf, mobil hingga rombongan sepeda motor.

Para keluarga berbondong-bondong datang ke Bandara Internasional Banyuwangi untuk menjemput kedatangan saudaranya yang melakukan mudik dari Kuala-Lumpur, Malaysia.

Selama menunggu kedatangan pesawat Citilink yang dinaiki para TKI dari Kuala-Lumpur, Malaysia para keluarga tampak sudah memadati pagar batas area landing pesawat, menunggu pesawat bermesin Airbrush turun di Bandara Internasional Banyuwangi.

Saat menunggu, ada juga keluarga yang duduk santai sambil menggelar tikar di kawasan bandara. Sementara kedatangan pesawat dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB.

"Ini pas pada kumpul semua, karena ingin melihat ayahnya pulang ya keponakan-keponakan dan tante dan pakdenya ikut semua," kata Nafiah (30) yang menunggu kedatangan suaminya, Nur Fauzi (40) yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

TKI asal Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi ini terhitung sudah sering pulang ke Banyuwangi selama setahun terakhir.

"Sudah sering pulang sebenarnya, setahun ini sudah tiga kali. Sekarang enak kan dari Malaysia bisa langsung turun ke Banyuwangi, tidak perlu lagi transit," kata Fauzi.

Penerbangan internasional rute Banyuwangi-Kuala Lumpur Malaysia sudah beroperasi sejak akhir tahun 2018. Penerbangan ini, tidak hanya menyasar TKI, pemerintah daerah juga menargetkan kedatangan para wisatawan dari Malaysia dan Mancanegara.

Sementara itu, keluarga TKI lainnya asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Asnawi (60) tampak sabar menunggu anak bungsunya datang menemuinya di bandara.

"Ini sedang nunggu anak bungsu saya yang kerja di Malaysia. Sudah tiga tahun kerja di sana, tapi tahun ini juga sudah sering pulang. Sebentar lagi kan sudah lebaran, saya pengen segera ketemu, tadi ke sini bawa sepeda motor," kata Asnawi.

Semenjak ada penerbangan Malaysia-Banyuwangi, anaknya bahkan lebih sering pulang selama setahun terakhir.

"Tiap tahun pulang. Tapi setahun terakhir sering pulang sekarang, karena ada penerbangan langsung ini. Bisa empat kali setahun," ujarnya.

Manager Maintenance Facility PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi, Andry Lesmana A menjelaskan sebanyak 180 seat pesawat Citilink yang terbang dari Bandara Internasional Kuala-Lumpur telah dipenuhi para buruh migran. Para buruh migran dari Malaysia ini terhitung menjadi yang pertama bisa menikmati momen mudik menggunakan pesawat dari Malaysia langsung menuju Banyuwangi.

Puncak okupasi ini sesuai dengan prediksi Angkasa Pura II yang jatuh pada H-3 Lebaran Idul Fitri.

"Puncak mudik prediksi kami memang di hari Sabtu dan Minggu untuk kedatangan TKI, mudah mudahan akan berpengaruh (meningkatkan kuota penerbangan), dari Kuala Lumpur ke Bayuwangi," kata Andry.


Sumber :IDN time

No comments

Powered by Blogger.