KJRI Hong Kong Imbau WNI Jauhi Lokasi Demo

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

KJRI Hong Kong mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal maupun sedang berwisata ke Hong Kong untuk menjauhi lokasi demonstrasi warga terkait RUU ekstradisi Tiongkok.
 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

WNI diminta untuk menghindari wilayah Admirality dan Central yang diperkirakan akan menjadi pusat penumpukan massa pada hari ini.

"Diimbau tidak keluar dari kediaman bila dirasa tidak ada hal-hal yang benar-benar memerlukan berkegiatan di luar," tulis keterangan resmi KJRI di laman Facebook KJRI Hong Kong, Rabu 12 Juni 2019.

KJRI Hong Kong juga meminta seluruh WNI, terutama TKI untuk mengikuti segala perintah dan arahan dari petugas penegak hukum Hong Kong dan tidak melanggar tata tertib serta aturan yang berlaku.

"WNI juga diimbau untuk menghindari mengunggah hal-hal yang dapat membuat kegaduhan dan berakibat pada masalah hukum terkait demo ini," lanjut pernyataan itu.

Sejak pagi, ribuan warga Hong Kong telah memblokade kantor pemimpin Carrie Lam di Lung Wo. Warga juga menyerukan mogok kerja untuk seluruh warga Hong Kong.

RUU ini dijadwalkan akan dibahas dalam sebuah debat terbuka di Dewan Legislatif Hong Kong pada hari ini. Sementara, Dewan Legislatif mayoritas dikendalikan oleh pejabat pro-Tiongkok.
 
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Dalam konferensi persnya, Lam berdalih RUU ini diciptakan untuk melindungi hak asasi manusia. RUU ini memungkinkan nantinya tersangka kasus kriminal Hong Kong diadili di Beijing.

Sejumlah tokoh demokrasi dan penggagas demo menegaskan, jika RUU ekstradisi ini tetap dibentuk, maka Hong Kong tidak akan independen lagi, melainkan sama dengan kota-kota di Tiongkok.

Sumber:medcom

No comments

Powered by Blogger.