Lebaran Ala Taiwan



Jika di Indonesia momen Lebaran pada umumnya menjadi waktu berlibur bagi banyak orang, berbeda dengan di Taiwan. Umat Muslim, yang kebanyakan adalah perantau, harus berlebaran di tengah padatnya aktivitas. Setelah Salat Idulfitri, Muslim di Taiwan harus melanjutkan padatnya aktivitas seperti hari lain pada umumnya.

Salat Idulfitri di Taiwan banyak diselenggarakan di kampus-kampus. Sebab kebanyakan yang beragama Islam ialah mahasiswa dari negara-negara berpenduduk Muslim seperti Indonesia, Timur Tengah, Pakistan, hingga Bangladesh.

"Salat Id di kampus. Jamaah mahasiswa muslimnya bikin salat Id sendiri, soalnya langsung ada kelas setelah salat Id," ujar Mahasiswa National Central University (NCU) asal Bandung, Aditya Aryandi kepada Gatra.com melalui pesan tertulis, Jumat (7/6).

Tak hanya diikuti oleh mahasiswa, banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) juga berdatangan dari luar kampus untuk mengikuti salat Id.

"Meskipun salat di kampus, banyak TKI atau Buruh Migran Indonesia juga ada ikut, jadi banyak orang. Selain di kampus, orang Indonesia juga bikin salat Id di taman, atau dekat Toko Indonesia," kata Mahasiswa National Cheng Kung University (NCKU) asal Pasuruan, Izharuddin.

Baik NCU maupun NCKU serta kampus-kampus lain yang banyak mahasiswa muslimnya, menyelenggarakan salat Idulfitri di aula kampus, lobby, hingga musala permanen.

Bahkan secara khusus Presiden NCKU, Huey Jen Jenny Su datang memberikan ucapan selamat Idulfitri kepada para mahasiswa dan menyampaikan sambutannya. "Saya merasa terhormat menjadi Presiden dari NCKU, yang bisa memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat muslim menjalankan kepercayaan dan ajaran agamanya," ujar dia.

Selain itu, penyelenggaraan salat Idulfitri di Taiwan menarik perhatian masyarakat lokal yang banyak berdatangan untuk menyaksikan aktivitas para pendatang Muslim. Di beberapa tempat lain, terlebih di masjid, khotbah dilaksanakan dalam beberapa bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.