Merasa Dibohongi, Pria di Lampung Ini Ungkap Perselingkuhan Sang Istri Setelah Memasang GPS di Ponselnya



     Seorang pria yang tak diketahui identitasnya baru saja melaporkan istrinya ke Polresta Bandar Lampung.



Pria ini melaporkan istrinya atas tuduhan perzinahan dan poliandri.

Melansir dari Tribun Lampung, ia juga melaporkan istrinya atas dugaan pemalsuan dokumen pernikahan sehingga bisa melakukan poliandri.

Pria ini sudah mencurigai gerak-gerik istrinya dari tahun 2016-2017.

Istrinya itu selalu main ponsel secara sembunyi-sembunyi.

WhatsApp miliknya pun juga diblokir oleh sang istri.

Pria ini kemudian berinisiatif memasan aplikasi alat pelacak atau GPS pada ponsel istrinya.

Saat itu istrinya sudah pamit padanya tidak akan pulang dan memilih untuk tidur di toko.

Dari situ akhirnya diketahui bahwa istrinya tengah bepergian bersama dengan lelaki lain.

Pria ini juga sempat menggrebek istrinya.

Kemudian secara mengejutkan, istrinya mengaku sudah menikah siri dengan pria lain sejak tahun 2017 di Jakarta.

Laporan ini telah diterima oleh Kasastreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi.

Sementara itu melansir dari Kompas.com, penelitian terbaru dari Associated Press yang melibatkan peneliti dari ilmu komputer Princeton mengungkap bahwa beberapa layanan Google di perangkat Android maupun iOS menyimpan data lokasi pengguna.

Bahkan, data tetap terlacak meski pengguna telah mematikan fitur lokasi di perangkatnya.

Ada cara untuk mencegah Google melacak kemana pengguna pergi yakni dengan menon-aktifkan menu "Web and App Activity".

Anda bisa menon-aktifkannya dengan cara menggeser tombol ke kiri seperti yang tertera pada gambar.

Google akan memberitahukan apa yang akan terjadi setelah fitur tersebut dijeda, seperti memengaruhi layanan lokasi perangkat, dan aplikasi "Find my Device" untuk melacak ponsel Android yang hilang.

Jika setuju, pilih opsi "Jeda", namun jika ingin berpikir ulang, pengguna bisa membatalkannya.

Sumber :gridpop

No comments

Powered by Blogger.