Pasukan Israel Serbu dan Usir Jamaah Muslim dari Kompleks Masjid al-Aqsa


Pasukan Zionis Israel menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa dan mengusir para jamaah Muslim yang sedang beribadah. Serangan itu terjadi pada waktu Dhuha hari Minggu di Masjid al-Qibli, kompleks Masjid al-Aqsa.

"Pasukan Zionis membubarkan jamaah yang berada di sekitar masjid dan memaksa masuk ke dalam. Mereka melempari masjid dengan gas air mata agar para jamaah meninggalkan salah satu masjid di dalam kompleks Masjid al-Aqsa tersebut," kata ACT Foundation dalam siaran pers yang dipublikasikan di Linkedin, Senin (4/6/2019).

"Hingga malam tadi (Minggu), pasukan Zionis tidak berhenti untuk mengusik warga Palestina yang hendak beribadah di malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Seperti dengan menangkapi sejumlah pemuda Palestina yang berada di sekitar Kompleks Masjid al-Aqsa," lanjut siaran pers tersebut.

Pemerintah Qatar mengutuk serangan pasukan Israel terhadap jamaah di kompleks Masjid al-Aqsa, di Yerusalem Timur.

Menurut laporan Anadolu, serangan pasukan Israel itu diawali dengan penyerbuan ratusan pemukim Yahudi Israel di kompleks masjid suci yang memicu bentrok dengan jamaah Muslim.

"Negara Qatar menyatakan kecaman terkuatnya atas penyerbuan Masjid al-Aqsa oleh ratusan pemukim Israel pada jam-jam awal hari itu, dan cedera sejumlah jemaah yang disebabkan oleh agresi pasukan pendudukan Israel terhadap mereka," kata Kementerian Luar Negeri Qatar. 

Menurut kementerian tersebut, serangan terhadap jamaah dan situs-situs keagamaan adalah provokasi nyata terhadap perasaan umat Islam.

Qatar menyerukan kepada masyarakat internasional untuk melaksanakan tanggung jawab moral dan hukumnya guna menghentikan serangan Israel yang berulang dan memberikan perlindungan yang diperlukan bagi umat Muslim.

Enam jamaah dilaporkan ditangkap pasukan Israel ketika kekerasan pecah.

Israel secara ilegal menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid al-Aqsa berdiri, sejak Perang Arab-Israel 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota suci itu pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara Israel yang "abadi dan tak terbagi".

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.