Bentrok dengan Massa Anti-Pemerintah, Polisi Hong Kong Gunakan Tongkat dan Semprotan Merica

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Polisi Hong Kong dilaporkan terlibat bentrok dengan massa anti-pemerintah dalam peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China. Dalam insiden yang terjadi Senin dilansir BBC (1/7/2019), polisi menggunakan tongkat dan semprotan merica untuk menangkal demonstran di luar lokasi upacara peringatan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sebelum upacara pengibaran bendera, polisi berusaha mengusir para pengunjuk rasa yang memblokade satu jalan. Setidaknya satu perempuan dikabarkan mengalami luka di kepala. Diwartakan AFP, sejumlah demonstran melempari polisi dengan telur, di mana aparat menyatakan 13 anggotanya harus dibawa ke rumah sakit karena diberi "cairan misterius". 

Adapun sejak Senin pagi waktu setempat, sekelompok pemuda yang mengenakan masker menduduki tiga lokasi, dan memasang pembatas dari plastik serta baja. Benny, seorang demonstran berumur 20 tahun mengatakan, mereka bergerak karena dipaksa kerasnya kepemimpinan dari pemerintah yang pro-China itu. "Ini (bentrok) bukanlah yang kami inginkan. 

Pemerintah telah memaksa kami untuk mengekspresikan (pandangan) kami melalui cara ini," terang Benny. Sementara polisi memperingatkan kepada massa untuk tidak mencoba melempar batu bata dan menerangkan anggota mereka mengalami kesulitan bernapas akibat "cairan misterius" itu. Dikembalikan kepada China pada 1 Juli 1997, pengelolaan Hong Kong berdasarkan pada aturan yang dikenal sebagai "satu negara dan dua sistem". 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kota ini sudah menikmati hak dan kebebasan yang tidak terlihat di China daratan. Namun, ada publik yang khawatir Beijing mulai mengingkari sistem itu. Dalam tiga pekan terakhir, Hong Kong mengalami ketegangan buntut usulan adanya UU Ekstradisi, di mana ditakutkan UU itu menargetkan lawan politik untuk dikirim ke China. 

Para pengunjuk rasa menuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri, membatalkan pembahasan UU Ekstradisi, dan mencabut tuduhan terhadap aktivis yang ditangkap.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.