Buka Usaha Laundry Bisa Dapat Omzet Rp 40 Juta, Ini Caranya

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Bisnis laundry kini naik kelas. Salah satu penggiat bisnis laundry, Raka Destama, menyulap bisnis laundry rumahan menjadi berbasis teknologi.

LaundryKlin, bisnis yang Raka mulai pada tahun 2016 ini awalnya hanya menyediakan aplikasi layanan laundry online kepada bisnis laundry rumahan yang telah ada, melalui aplikasi yang bernama KliknKlin.

"Kita berdiri tahun 2016. Kita fokusnya di online bisnis, start up sebenarnya. Kita menghubungkan platform online kita dengan mitra laundry yang sudah memiliki usaha laundry dan juga pelanggan. Jadi kita ada aplikasi khusus, namanya KliknKlin, saat ini bisa di-download di App Store dan Play Store," tutur Raka dilansir dari detikFinance di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Pada tahun 2017, Raka mulai ekspansi bisnisnya ke bisnis waralaba. Ia menawarkan paket usaha laundry dengan modal awal Rp 75.000.000. Modal tersebut sudah termasuk alat-alat elektronik yang dibutuhkan, aplikasi, furniture, dan lain-lain.

Dengan modal tersebut, mitra LaundryKlin dapat balik modal dalam kurun waktu 18-24 bulan. Omzet per bulanannya minimal Rp 15 juta hingga Rp 40 juta.

"Untuk paket start up (Rp 75 juta) bisa balik modal kurang lebih 18-24 bulan. Omzet per bulannya itu kalau di bisnis laundry mungkin minimnya di angka Rp 15-40 juta," ungkap Raka.

Raka menuturkan, LaundryKlin ini fokus pada teknologi yang memudahkan customer dan juga owner.

"Kita fokus itu di teknologi pengembangannya, dari isi manajemen. Dari sisi ke si end user, customer itu bisa laundry dengan aplikasi, terus bisa antar jemput. Kedua dari teknologi untuk si owner, bisa kontrol itu dari sistem cloud base, tanpa harus datang setiap hari ke outlet dia bisa tracking penjualannya, sampai dari sisi karyawannya sendiri untuk controlling mereka itu sudah ada sistem. Memang sistem yang kita buat di LaundryKlin ini memudahkan untuk owner, memudahkan untuk pelanggan, dan memudahkan untuk operator," terang Raka.

Selain menyediakan fasilitas dan juga pelatihan untuk operator, Raka juga akan menghubungkan mitra LaundryKlin dengan mitra bisnis besar yang membutuhkan jasa laundry, seperti RedDoorz, Airy Rooms, dan sebagainya.

"Untuk koneksinya memang kita langsung aktivasi dengan beberapa mitra usaha kita. Tapi untuk program b2b (business to business), untuk meningkatkan omzet kita juga melakukan itu sih. Jadi memang setelah aktivasi kita langsung connect ke mereka (mitra bisnis besar)," paparnya.

Namun, Raka mengatakan dari total transaksi, yang melayani mitra besar tersebut hanya menutup 20-30% dari pendapatan total setiap gerai LaundryKlin. Sehingga, customer terbesarnya tetap lah per orangan.

"Sebenarnya kalau b2b itu agak sedikit beda konsep ya. Dia nambahin income nggak terlalu banyak, mungkin sekitar 20-30% dari pendapatan harian biasa. Malah kita condong nge-push ke customer retail itu menggunakan online," jelas Raka.

Lalu, untuk jenis mitranya sendiri ada dua, yakni active owner dan auto pilot. Active owner ini mengelola dan menyediakan pegawainya sendiri untuk bergabung dengan LaundryKlin ini. Namun, untuk auto pilot sendiri, pihak Raka akan mencarikan seseorang yang sudah pernah bekerja di bisnis laundry tapi tak memiliki modal, dengan orang yang memiliki modal lebih namun tak ada waktu.

"Ada dua tipe untuk mitra LaundryKlin. Pertama yang kita sebut active owner. Dan juga auto pilot. Jadi kalau yang auto pilot itu kita menghubungkan laundry planner, laundry planner itu orang yang tadinya kerja di laundry, dia nggak punya modal tapi dia punya waktu. Kita ajak mereka untuk dihubungkan dengan orang yang punya uang, tapi nggak punya waktu untuk menjalankan operasional," imbuh dia.

Lalu, dari 102 outlet yang sudah ada dan tersebar di 16 kota, 70%nya merupakan outlet yang dimiliki active owner, sedangkan 30%nya dimiliki auto pilot.

"Outletnya 70% yang jalan sendiri, 30% yang auto pilot. Karena untuk auto pilot kita baru buka di wilayah Jakarta dan Bandung," ujar Raka.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Raka mengungkapkan, saat ini pengguna yang melakukan order laundry di seluruh outlet terdapat 300-500 order per hari. Sedangkan, order per hari di outlet sekitar 20-30 order di luar order melalui aplikasi KliknKlin.

"Saat ini per hari active user yang order sekitar 300-500 untuk yang menggunakan aplikasi online. Transaksi rata-rata oder outlet order per harinya di luar online itu 20-30 order," tandasnya.

Sumber:detik

No comments

Powered by Blogger.