Dijanjikan Jadi Kasir Restoran di Malaysia, Warga Siantar Ini Terkejut Usai Majikan Mengaku Membelinya Mahal

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Malang nian nasib Nur Ain (21), warga Jalan AMD, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar ini. Dia harus menelan pil pahit, setelah menjadi pelayan restoran di Malaysia. Faktor ekonomi membuatnya harus menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Namun sayang, pasport yang digunakan hanya pasport pelancong, Senin (1/7/2019). Nasib yang dialami Nur Ain, berawal pada saat menerima tawaran dari diduga agen TKI yakni, Uli boru Girsang yang diketahui tinggal di Simpang Karang Sari, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba untuk bekerja di Malaysia, sebagai kasir restoran dengan imingiming gaji senilai 1500 ringgit setiap bulan. Jika dirupiahkan, Nur Ain akan meneruma gaji Rp 5 juta lebih. 

Dia pun memutuskan untuk berangkat. "Awalnya saya dijanjikan bekerja sebagai kasir restoran, di Malaysia, tapi setelah sampai berbeda. Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga," ujarnya, di depan ruang Unit Perlindungan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Siantar, beberapa waktu lalu. Pasca bekerja lima hari di rumah majikannya berdarah Melayu, Nur Ain menco kabur dari tempatnya bekerja dan atas bantuan pihak KBRI yang ada di Malaysia, Nur, Ain dapat kembali ke kampung halamannya di Indonesia. 

Setibanya di Indonesia, Nur menemui Uli Girsang, guna meminta pertanggung jawaban. Hanya saja, Uli seperti tidak bersalah, atas tindakannya tersebut. Lewat kuasa hukumnya, Erwin Purba yang ditemui di kompleks Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Nur Ain telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan Uli Girsang ke Polres Siantar. "Kemarin itu kan, Nur Ain yang buat laporan. Setelah membuat laporan baru kita dampingi, kita juga sudah teken kuasa untuk mendampingi dalam pemeriksaan di kantor polisi. 

Laporannya sudah diterima, dengan nomor STPL /192/VI/2019/SU/ STR. Sejak tanggal 24 lah kita sudah teken kuasa," uajar Erwin saat ditemui. Lanjut Nur Ain, dirinya berangkat ke Malaysia atas restu orang tuanya dan pada tanggal 6 Mei 2019 lalu, Nur berangkat dengan menumpangi pesawat dari bandara Kualanamu.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Setibanya di Malaysia, saya bukan bekerja sebagai kasir di restoran. Malahan bekerjakan sebagai pembantu rumah tangga," ujarnya. "Terkejut kali saya begitu majikan bilang saya telah dibeli mahal. Selama lima hari kerja sebagai pembantu, saya sangat tersiksa. Saya kerja dari jam 04.00 pagi dan istirahat jam 02.00 pagi. 

Digaji 1000 ringgit," ungkap Nur. Belakangan Nur Ain tanpa sepengetahuan majikan, melapor serta meminta perlindungan ke kantor KBRI di Malaysia. Disaat itu pula, Nur Ain mengetahui, bahwa pasport yang dipakai berangkat ke Malaysia, pasport pelancong. 

Sumber: hetanews

No comments

Powered by Blogger.