Hilal saat Matahari Terbenam 1 Agustus Jadi Penentu Awal Dzulhijjah 1440 H



     Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan posisi hilal saat matahari terbenam pada Kamis 1 Agustus 2019, akan menjadi penentu penetapan 1 Dzulhijjah 1440 Hijriah.



“BMKG menyampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Kamis, tanggal 1 Agustus 2019 M sebagai penentu awal bulan Dzulhijjah 1440 H,” lapor Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG dalam siaran persnya, Minggu (28/7/2019).

Penentuan awal bulan dalam almanak Hijriah penting bagi umat Islam terutama untuk menentukan bulan atau hari-hari sakral. Dzulhijjah termasuk dalam bulan istimewa bagi Muslim karena dipercaya banyak keutamaan dan anjuran meningkatkan amal.

Dzulhijjah disebut juga bulan haji di dalamnya ada Hari Arafah, Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Idul Adha diperingati tiap 10 Dzulhijjah, Hari Arafah sehari sebelumnya.

Menurut BMKG, waktu terbenam matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan sang surya tepat di horizon.

Teramati di wilayah Indonesia pada 1 Agustus 2019, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.37 WIT di Merauke, Papua. Waktu matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.56 WIB di Sabang, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam 1 Agustus 2019 di Indonesia.

Secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal Dzulhijjah 1440 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah

setelah matahari terbenam pada 1 Agustus 2019. Sementara bagi yang menerapkan hisab penentuannya perlu diperhitungkan kriterianya.

BMKG menyebutkan ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 1 Agustus 2019 berkisar antara 1,86 derajat di Merauke sampai dengan 3,96 derajat di Sabang.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.